Blog

26 September 2020

Jaga Kekebalan Tubuh dengan Minum Susu

Ilustrasi. Asupan vitamin D dalam susu dapat membantu menjaga sistem kekebalan tubuh. (Stocksnap/Krzysztof Puszczynski)

Asupan vitamin D yang cukup dapat membantu menjaga sistem kekebalan tubuh. Anda bisa memperoleh asupan vitamin D salah satunya lewat konsumsi susu.

“Vitamin D itu secara alami ada dalam segelas susu. Agar bisa diserap tubuh, perlu lemak. Susu ini perfect food karena ada vitamin D dan untuk penyerapan ada kandungan lemaknya,” kata ahli gizi Emilia E. Achmadi dalam webinar Rabu (23/9).

Menjaga diri lewat daya tahan tubuh selama pandemi sangat penting untuk dilakukan. Infeksi virus corona penyebab Covid-19 dapat dilawan dengan sistem imun yang kuat.

Emilia mengatakan, konsumsi satu hingga dua gelas susu per hari sudah cukup. Konsumsi dalam bentuk apa adanya atau dalam bentuk olahan makanan. Anda bisa mengonsumsi produk susu apa pun asal dengan jumlah yang tepat dan berkualitas.

Pick the right one, sumber protein yang tepat, sumber karbohidrat, sumber lemak, vitamin, dan semua akan sempurna dengan susu,” imbuhnya.

Cara Memilih Susu yang Tepat

Emilia mengatakan, susu yang baik adalah susu yang minim proses pengolahan. Susu terbaik yang bisa Anda konsumsi adalah susu segar dan susu pasteurisasi. Namun, kedua jenis susu di atas memiliki kekurangan, yakni harus disimpan di dalam suhu 4 derajat Celcius. Penyimpanan yang kurang tepat akan memicu pertumbuhan bakteri.

“Jenis kedua [susu yang baik], susu UHT. Susu ini diperlakukan lebih sehingga produk tidak perlu disimpan di lemari pendingin. Jika tidak memungkinkan susu segar, susu UHT bisa,” jelasnya.

Yang terakhir adalah susu bubuk, utamanya untuk balita. Susu bubuk mengalami proses pengolahan dan fortifikasi atau penambahan nutrisi. Pada kelompok balita, susu bubuk umum dikonsumsi karena peran nutrisi tambahan yang bermanfaat untuk tumbuh kembang.

Namun, Emilia tak menyarankan Anda untuk mengonsumsi susu kental manis. Alih-alih bermanfaat, susu kental manis akan memberikan dampak buruk. “Kalau [susu] kental manis ini bukan susu, dan bukan pilihan,” pungkasnya.

Sumber : cnnindonesia.com

GAYA HIDUP, Ibu dan Anak

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • five × 3 =