Blog

18 Januari 2021

3 Cara Merawat Kebersihan Telinga

foto : freepik.com/drobotdean

Saat ada kotoran di sudut mata atau lubang hidung, Anda pasti langsung menyadari saat bercermin.

Namun bagaimana dengan telinga Anda?

Sebagian orang tidak begitu memperhatikan kebersihannya. Perlahan Anda sadar kalau telinga kotor saat menemukan kotoran menempel pada earphone atau earbud.

Pertanyaan berikutnya, apa yang bisa dilakukan?

Sebelum menuju pada solusi, sebaiknya kenali dulu kotoran yang kerap Anda temukan di lubang telinga bahkan di earphone Anda. Sebagaimana dilansir WebMD, godaan untuk membersihkan telinga timbul karena zat yang disebut serumen atau kotoran telinga.

Serumen normal diproduksi tubuh untuk membantu melindungi dan melumasi telinga. Jika tidak ada serumen, kemungkinan telinga akan gatal dan kering.

“Serumen atau earwax bertindak sebagai filter antara telinga dan lingkungan luar, menjebak debu, kotoran dan partikel lain sehingga mereka tidak bisa masuk lebih dalam ke liang telinga,” jelas Avani Ingley, ahli THT, dikutip dari Piedmont.

Dia lanjut mengatakan, “Serumen juga bertindak sebagai pelembap kulit pada liang telinga dan punya komponen untuk melawan infeksi.”

Aktivitas mengunyah dan menggerakkan rahang akan membantu mengeluarkan kotoran telinga dari liang telinga ke lubang telinga. Kotoran telinga bakal kering dan rontok. Namun yang perlu diingat, kotoran telinga tidak terbentuk di luar lubang telinga.

Kenapa kotoran telinga bisa menyumbat telinga?

Satu-satunya alasan Anda mengalami penyumbatan kotoran telinga di gendang telinga karena Anda mencoba membersihkan telinga dengan kapas atau cotton bud.

Aktivitas ini justru mendorong kotoran telinga masuk lebih dalam dan menimbulkan penyumbatan.

Mengusap atau menancapkan benda runcing ke lubang telinga bisa berisiko infeksi, gendang telinga pecah juga gangguan pendengaran.

Apakah telinga perlu dibersihkan?

Idealnya, telinga tidak perlu dibersihkan. Ada beberapa cara untuk merawat kebersihan telinga, antara lain:

1. Cukup bersihkan bagian luar telinga dengan lap basah. Hindari penggunaan alat atau kapas yang dimasukkan ke lubang telinga.

2. Gunakan earphone atau earbuds secara bijak. Orang yang kerap menggunakan alat-alat ini cenderung memiliki kotoran telinga lebih banyak.

3. Jangan pernah menggunakan ear candle sebagai metode untuk membersihkan telinga. Ini bisa sangat berbahaya dan bisa menimbulkan sensasi terbakar pada telinga dan wajah.

Apa yang perlu dilakukan jika kotoran telinga terasa mengganggu?

Secara alami, kotoran telinga bisa menemukan ‘jalannya’ sendiri untuk keluar. Seiring aktivitas sehari-hari, kotoran telinga bisa jatuh dengan sendirinya atau terbilas air saat mandi.

Namun dalam beberapa kasus, kotoran telinga bisa menyumbat lubang telinga atau impaksi serumen.

“Impaksi serumen bisa mengakibatkan pendengaran tidak jelas dan tekanan atau rasa sakit di telinga,” jelas Ingley.

Dalam beberapa kasus, lanjutnya, kotoran telinga yang berlebihan dapat mengakibatkan telinga berdenging atau berdengung. Ini bisa terjadi di salah satu atau kedua telinga

Kalau sudah terjadi kasus seperti ini, sebaiknya segera ke dokter spesialis THT. Di sini dokter akan mengeluarkan kotoran telinga dengan penyedotan atau irigasi.

Sumber : CNN Indonesia

GAYA HIDUP, Ibu dan Anak

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • one × 1 =