Blog

16 Desember 2021

5 Jenis Makanan yang Harus Dihindari Ibu Hamil

Ilustrasi ibu hamil.(Shutterstock/Kmpzzz)

Saat menjalani masa kehamilan, seorang wanita perlu berhati-hati dengan apa yang mereka konsumsi.

Sebab, apa yang mereka makan juga turut memengaruhi perkembangan janin.

Ada beberapa jenis makanan yang perlu dihindari ibu hamil karena bisa membahayakan perkembangan janin, terutama karena risiko penyakit bawaan makanan atau kadar merkuri yang tinggi.

Menurut ahli obstetri dan ginekologi Rebecca Starck, menjaga pola makan tak hanya dilakukan saat wanita menjalani kehamilan pertama.

“Entah itu kehamilan pertama, kedua, atau keberapapun, semua wanita wajib berhati-hati dengan apa yang ia makan,” ungkap Starck.

Makanan yang harus dihindari ibu hamil

Ada beberapa jenis makanan yang sebaiknya dihindari ibu hamil. Berikut jenis makanan tersebut:

1. Ikan dan seafood dengan merkuri tinggi

Hindari ikan dengan kadar metilmerkuri yang tinggi karena dapat menyebabkan kerusakan otak atau keterlambatan perkembangan janin.

Berikut beberapa jenis ikan atau seafood yang mengandung merkuri tinggi:

  • ikan todak
  • makarel
  • marlin
  • tuna.

Wanita hamil juga harus menghindari konsumsi ikan mentah atau lurang matang karena kandungan bakterinya yang tinggi.

Beberapa jenis ikan juga bisa terpapar polychlorinated biphenyls yang merupakan polutan lingkungan berbahaya.

Karena itu, Anda harus mengetahui dari mana sumber ikan yang Anda makan agar tahu potensi risikonya.

2. Daging

Beberapa janis daging mengandung bakteri Listeria penyebab penyakit bawaan makanan yang dapat menyebabkan kelahiran prematur, keguguran, dan bahkan kematian janin.

Berikut beberapa jenis daging yang berpotensi mengandung bakteri Listeria:

  • Sosis yang difermentasi atau dikeringkan.
  • Daging kalengan
  • Daging mentah atau setengah matang.

3. Telur mentah

Telur mentah berpotensi mengandung Salmonella yang bisa memicu komplikasi selama kehamilan.

Selain itu, salmonella juga bisa memicu infeksi pada cairan ketuban yang bisa meningkatkan risiko keguguran.

Infeksi Salmonella juga bisa menular ke janin dan menyebabkan bayi lahir dalam kondisi sepsis atau rentan mengalami meningitis.

4. Makanan tinggi garam

Garam bisa menyebabkan tekanan darah meningkat. Hal tersebut akan memicu risiko pre-eklampsia, komplikasi kehamilan yang ditandai dengan tekanan darah tinggi dan pembengkakan karena retensi cairan.

5. Alkohol

Alkohol bisa memengaruhi perkembangan janin dan membuat mereka rentan mengalami gangguan perilaku, fisik, dan kognitif saat lahir.

Karena itu, ibu hamil harus menghindari semua jenis alkohol demi keamanan sang jabang bayi.

Sumber : kompas.com

GAYA HIDUP, Ibu dan Anak

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • 20 − sixteen =