Blog

25 September 2021

5 Makanan yang Baik untuk Perkembangan Otak Anak

foto : shutterstock

Jika memiliki buah hati, Anda mungkin ingin selalu memastikan bahwa mereka mendapat nutrisi yang baik sehingga mereka dapat menjalani kehidupan yang paling sehat.

Nutrisi yang tepat penting untuk semua aspek kesehatan, termasuk pertumbuhan dan fungsi otak.

Pertumbuhan otak yang cepat terjadi selama beberapa tahun pertama kehidupan anak.

Faktanya, otak anak Anda mencapai 80 persen dari berat dewasanya pada saat mereka mencapai usia 2 tahun.

Otak anak Anda terus berkembang hingga masa remaja, terutama di korteks prefrontal, area otak yang dikenal sebagai “pusat kepribadian”.

Ini adalah area otak yang terkait dengan perencanaan, memori, pengambilan keputusan, dan fungsi eksekutif lainnya.

Semua nutrisi penting untuk fungsi otak yang tepat.

Namun, penelitian telah menunjukkan nutrisi dan makanan tertentu mendukung perkembangan otak dan bermanfaat bagi fungsi kognitif sepanjang masa kanak-kanak dan remaja.

Berikut ini 5 makanan yang baik untuk pertumbuhan otak anak, seperti dilansir dari Healthline.

1. Telur

Telur sarat dengan nutrisi yang penting untuk perkembangan otak dan fungsi kognitif, termasuk kolin, vitamin B12, protein, dan selenium.

Kolin adalah nutrisi yang sangat penting untuk perkembangan otak.

Faktanya, tinjauan tahun 2020 terhadap 54 studi menunjukkan bahwa menambahkan kolin ke dalam makanan anak selama 1.000 hari pertama kehidupan dapat mendukung perkembangan otak, melindungi terhadap kerusakan sel saraf, dan meningkatkan fungsi kognitif.

Selain itu, penelitian menunjukkan bahwa pola diet yang mengandung telur dan makanan sehat lainnya, seperti kacang-kacangan dan buah, dikaitkan dengan skor IQ yang lebih tinggi dibandingkan dengan pola diet tinggi makanan manis seperti kue dan permen.

Dua butir telur utuh menyediakan 294 gram kolin, yang mencakup 100 persen kebutuhan kolin untuk anak usia 1–8 tahun dan lebih dari 75 persen kebutuhan untuk anak dan remaja usia 9–13 tahun.

2. Makanan Laut

Makanan laut adalah sumber yang sangat baik dari banyak nutrisi yang sangat penting untuk fungsi otak, termasuk lemak omega-3, yodium, dan seng.

Misalnya, tubuh membutuhkan seng untuk produksi dan perkembangan sel saraf, sedangkan lemak omega-3 diperlukan untuk fungsi otak yang normal.

Tubuh membutuhkan yodium untuk memproduksi hormon tiroid, yang berperan penting dalam perkembangan otak.

Banyak penelitian telah mengaitkan konsumsi makanan laut dengan fungsi kognitif yang lebih baik pada anak-anak dan remaja.

Faktanya, penelitian telah mengaitkan makan ikan dengan skor IQ yang lebih tinggi dan peningkatan kinerja sekolah pada anak-anak.

Terlebih lagi, kadar lemak omega-3 dalam darah yang rendah dapat berdampak negatif pada fungsi kognitif pada anak-anak.

Namun, para peneliti telah menyarankan bahwa mengonsumsi terlalu banyak ikan dapat berdampak negatif pada fungsi kognitif karena polutan, seperti merkuri, yang terkonsentrasi pada beberapa jenis makanan laut.

3. Sayuran berdaun hijau

Membuat anak Anda makan sayuran berdaun hijau mungkin sulit, tetapi penelitian menunjukkan sayuran bergizi ini penting untuk kesehatan otak anak-anak.

Sayuran berdaun hijau seperti bayam, kangkung, dan selada mengandung senyawa pelindung otak, termasuk folat, flavonoid, karotenoid, dan vitamin E dan K1.

Satu studi menunjukkan bahwa anak-anak yang memiliki asupan folat yang cukup memiliki skor kognitif yang lebih baik daripada anak-anak dengan asupan folat yang tidak memadai.

Selain itu, penelitian menunjukkan bahwa diet tinggi makanan kaya karotenoid, seperti sayuran hijau, dapat meningkatkan fungsi kognitif pada anak-anak.

Karotenoid seperti lutein dan zeaxanthin terkonsentrasi dalam sayuran hijau.

Setelah Anda memakannya, mereka menumpuk di bagian mata Anda yang disebut retina.

Densitas optik pigmen makula (MPOD) adalah pengukuran kuantitas pigmen ini di mata.

Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa MPOD secara positif terkait dengan fungsi kognitif pada anak-anak.

4. Jeruk

Jeruk adalah buah yang populer dan favorit anak-anak berkat rasanya yang manis.

Menambahkan jeruk ke dalam makanan anak Anda dapat meningkatkan kesehatan mereka secara keseluruhan, termasuk kesehatan kognitif mereka.

Jeruk kaya akan flavonoid, termasuk hesperidin dan narirutin.

Faktanya, jus jeruk adalah salah satu sumber flavonoid yang paling umum dikonsumsi.

Studi menunjukkan bahwa makan makanan dan minuman kaya flavonoid seperti jeruk dan jus jeruk membantu meningkatkan aktivitas saraf dan aliran darah ke otak, yang dapat meningkatkan fungsi kognitif.

Jeruk juga kaya akan vitamin C, nutrisi yang penting untuk kesehatan otak.

Vitamin C diperlukan untuk perkembangan otak yang tepat, produksi neurotransmitter, dan banyak lagi.

Studi pada orang dewasa menunjukkan bahwa memiliki kadar vitamin C dalam darah yang optimal dikaitkan dengan kinerja yang lebih baik pada tugas-tugas yang melibatkan fokus, memori kerja, perhatian, daya ingat, kecepatan keputusan, dan pengenalan, dibandingkan dengan kekurangan vitamin C.

5. Kacang-kacangan dan biji-bijian

Kacang-kacangan dan biji-bijian sangat bergizi dan mengandung banyak nutrisi dalam konsentrasi tinggi yang terkait dengan peningkatan fungsi kognitif. Ini termasuk vitamin E, seng, folat, zat besi, dan protein.

Penelitian juga menunjukkan bahwa makan kacang dapat membantu meningkatkan kualitas diet anak-anak dan meningkatkan asupan nutrisi penting, seperti lemak sehat, protein, dan serat.

Kualitas diet dikaitkan dengan kinerja akademik dan fungsi kognitif yang lebih baik.

Sebuah penelitian pada 317 anak menemukan bahwa makan kacang terkait dengan peningkatan dalam tes yang disebut tes modalitas digit simbol (SDMT).

SDMT melibatkan pencocokan angka dengan angka geometris dalam periode 90 detik.

Para ilmuwan menggunakan tes ini untuk mengukur fungsi otak.

Studi telah menemukan bahwa konsumsi kacang juga dikaitkan dengan peningkatan aspek-aspek tertentu dari kinerja kognitif pada mahasiswa usia kuliah.

Selain itu, kacang-kacangan, dan biji-bijian adalah makanan serbaguna dan ramah anak yang dapat membantu meningkatkan kualitas nutrisi makanan dan camilan.

Sumber : kompas.com

GAYA HIDUP, Ibu dan Anak

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • seventeen − sixteen =