Blog

15 September 2020

6 Mitos Penularan Virus Corona yang Salah Kaprah

Ilustrasi. Seiring meningkatnya jumlah kasus Covid-19, mitos seputar penularan virus corona terus berkembang di tengah masyarakat. (iStockphoto/oonal)

Seiring meningkatnya jumlah kasus positif Covid-19, mitos seputar penularan virus corona terus berkembang di tengah masyarakat. Mempercayai mitos bisa menimbulkan kecemasan berlebih.

Para ilmuwan telah memastikan bahwa virus SARS-CoV-2 ditularkan melalui droplet yang keluar dari mulut saat batuk dan bersin, termasuk pada orang tanpa gejala.

Berikut beberapa mitos seputar penularan virus corona, mengutip berbagai sumber.

1. Virus corona bisa ditularkan oleh hewan peliharaan

Dalam kasus yang jarang terjadi, beberapa hewan peliharaan seperti anjing dan kucing memang bisa terkena Covid-19. Namun, hingga saat ini tak ada bukti yang menyebutkan bahwa hewan peliharaan dapat menularkan virus tersebut kepada manusia.

Mengutip Live Science, beberapa laporan menemukan bahwa kucing dan anjing terinfeksi virus corona yang ditularkan oleh pemiliknya yang dinyatakan positif Covid-19. Kendati demikian, Center for Disease and Prevention Control (CDC) Amerika Serikat, menegaskan bahwa belum ada laporan mengenai orang yang tertular penyakit tersebut dari hewan peliharaan.

Untuk berjaga-jaga, CDC merekomendasikan Anda untuk selalu mencuci tangan setelah berkontak dengan hewan peliharaan.

2. Anak-anak tidak bisa tertular Covid-19

Anak-anak bisa terkena Covid-19. Studi CDC terhadap 1,3 juta kasus Covid-19 di AS selama Januari-Mei menemukan bahwa kasus Covid-19 pada anak di bawah usia 9 tahun adalah 52 kasus per 100 ribu orang dalam populasi anak.

Studi CDC lain juga menemukan bahwa di antara 52 ribu kematian akibat Covid-19, hanya 16 di antaranya yang terjadi pada orang di bawah usia 18 tahun.

3. Penularan dipengaruhi cuaca

Faktanya, penularan Covid-19 tak dipengaruhi oleh cuaca. Risiko penularan tetap ada meski dalam cuaca panas atau dingin.

Banyak juga orang beranggapan bahwa paparan suhu tinggi, seperti berjemur di bawah sinar matahari, dapat mencegah penularan. Namun, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memastikan bahwa berjemur tidak akan melindungi Anda dari Covid-19.

Anda akan tetap tertular penyakit tidak peduli seberapa panasnya. Virus corona bahkan diketahui tetap menyebar di daerah dengan suhu udara yang sangat tinggi seperti Arizona.

4. Bisa tertular jika Anda berkontak dekat selama 10 menit dengan orang yang terinfeksi

Semakin lama seseorang berkontak dekat dengan orang yang dinyatakan positif Covid-19, maka semakin besar kemungkinan mereka untuk tertular. Namun, mengutip Medical News Today, kemungkinan tertular tetap ada meski Anda berkontak bersama orang yang terinfeksi selama kurang dari 10 menit.

5. Air seni dan kotoran dapat menularkan virus corona

Beberapa orang menganggap bahwa virus corona dapat ditularkan melalui kotoran manusia. Namun, ahli kesehatan John Edmunds menegaskan bahwa anggapan mengenai penularan virus corona lewat kotoran manusia hanya-lah mitos.

“Kita memang dapat mendeteksi keberadaan virus dalam tinja. Tapi, virus ini tidak bisa menular ke orang lain karena telah dimusnahkan oleh usus,” kata Edmunds.

6. Tertular virus corona di kolam renang

Tak ada bukti yang menunjukkan bahwa virus SARS-CoV-2 menyebar di antara orang-orang melalui air di kolam renang. Jika kolam renang rutin didisinfeksi dengan klorin, maka virus akan menjadi non-aktif.

Risiko penularan virus corona saat berada di kolam renang terjadi melalui tetesan pernapasan yang menyebar di udara dari banyak orang yang ada di tempat tersebut.

Sumber : cnnindonesia.com

GAYA HIDUP, Kesehatan

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • 10 + seventeen =