Blog

5 Mei 2022

6 Tips Mencegah Penyakit Pasca Lebaran, Tubuh Tetap Sehat

ilustrasi ketupat sayur yang dihidangkan saat Lebaran (commons.wikimedia.org/M Joko Apriyo Putro)

Saat Hari Raya Idul Fitri, selain berkumpul bersama orang-orang terdekat, kita juga akan menikmati berbagai santapan Lebaran yang khas. Sebut saja rendang, sambal goreng hati, opor ayam, ketupat, satai, asam padeh, bebek gulai kurma, dan masih banyak lagi.

Nah, banyak jenis makanan Lebaran yang mengandung lemak dan kalori tinggi. Bila konsumsinya tidak terkendali, bukan cuma berat badan yang bisa naik, tetapi ini dapat mengundang banyak penyakit.

Perlu diingat, makanan yang mengandung gula, garam, dan lemak dapat menyebabkan berat badan naik ataupun penyakit tidak menular seperti diabetes, kolesterol tinggi, dan hipertensi. Kenali faktor risiko penyakit tersebut sedini mungkin, inilah yang menjadi bahasan “Q&A Rabu Sehat: Cegah Penyakit Pasca Lebaran” yang dilangsungkan secara langsung di Instagram Kemenkes RI, dengan narasumber dr. RA Adaninggar PN, SpPD pada Rabu (27/4/2022). Yuk, simak!

1. Kendalikan diri

Saat Lebaran, tentunya ada banyak makanan lezat yang rasanya sayang sekali untuk dilewatkan, apalagi hanya bisa dirasakan setahun sekali. Agar tubuh tetap sehat, kamu harus bisa mengendalikan diri, terlebih jika sudah memiliki penyakit metabolik seperti diabetes, kolesterol tinggi, dan hipertensi.

Banyak lemak yang terkandung dalam makanan khas Lebaran yang sering kali dihindari, tetapi lemak tidak perlu dihindari karena tubuh membutuhkan lemak untuk membangun sel tubuh. Namun, untuk kamu yang sudah memiliki penyakit metabolik, kamu harus mengatur pola makan, terutama saat Lebaran karena banyaknya makanan yang tinggi lemak.

“Konsep yang salah adalah ‘makan aja, kan, minum obat’. Minum obat hanya menurunkan angka,” kata dr. Adaninggar yang akrab disapa dr. Ninggar.

2. Pilih makanan yang paling kamu sukai

Menu Lebaran banyak sekali macamnya dan biasanya kita akan makan lebih dari satu jenis. Untuk mencegah makan berlebihan, pilihlah satu hidangan favoritmu dan makan dalam porsi secukupnya saja. Jika ingin makan lebih dari satu makanan, berarti jumlah porsinya yang harus diperhatikan.

“Orang-orang yang memiliki penyakit (tidak menular) harus bisa mengerem agar tetap di jalurnya. Artinya mana makanan yang paling kita inginkan. Pilih satu saja,” dr. Ninggar menyarankan.

Selain makanan, minuman manis seperti es buah, sirop, hingga es krim juga kerap disediakan. Nah, kamu juga harus mengontrol asupan yang manis-manis.

Apabila memiliki diabetes, kamu wajib membatasi makanan dan minuman manis agar kadar gula darah terkontrol. Pasalnya, kenaikan gula darah dapat berbahaya bagi orang dengan diabetes.

Menurut Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 30 Tahun 2013, anjuran konsumsi gula setiap orang per hari adalah 10 persen dari total energi (200 kkal), yang setara dengan 4 sendok makan gula atau 50 gram setiap orang per hari. Sementara itu, anjuran konsumsi lemak 20-25 persen dari total energi (702 kkal) setiap orang per hari.

3. Jangan kalap

Setelah menjalani puasa Ramadan sebulan lamanya, banyak orang yang cenderung kalap saat Lebaran. Usahakan untuk tidak terbawa nafsu saat makan. Berhentilah jika sudah kenyang.

Kalau kamu sudah memiliki penyakit penyerta, kamu harus bisa mengendalikan diri. Sadarilah akan dampak yang akan ditimbulkan nantinya. Yang terpenting harus menjaga dan mengatur pola makan.

“Berhenti makan sebelum kenyang, pilih makanan yang paling kita inginkan, jangan memenuhi keinginan,” kata dr. Ninggar.

4. Kembali ke gaya hidup yang sehat

Saat Lebaran, ini seperti melakukan “cheating day“. Yang harus diperhatikan adalah setelah Lebaran. Hari-hari setelah dan sebelumnya yang akan menentukan kesehatan kita, seperti makan sehat dan seimbang secara teratur dan rutin olahraga.

Banyak orang yang mengalami berat badan naik setelah Lebaran, yang mana ini merupakan konsekuensi akibat pola makan sebelum puasa, selama puasa, dan saat Lebaran yang akhirnya berdampak pada berat badan dan kesehatan secara umum.

“Satu hari makan banyak tidak membuat gemuk, kolesterol tinggi, dan diabetes. Tetapi (pola makan) harus tetap dikendalikan,” ungkap dr. Ninggar.

5. Investasi kesehatan

Pola hidup yang kita lakukan saat ini akan kita petik hasilnya ketika usia lanjut. Dengan menerapkan pola makan yang baik dan olahraga teratur minimal satu hari 30 menit, selain tubuh yang bugar, olahraga membuat tubuh menghasilkan hormon endorfin yang membuat suasana hati meningkat dan menurunkan stres.

“Olahraga bukan untuk kurus, bukan untuk cantik, atau ganteng. Olahraga untuk kesehatan. Metabolisme lebih lancar dan sistem imun lebih baik,” ujar dr. Ninggar.

Pola hidup sehat seperti pola makan sehat seimbang, olahraga teratur, tidur cukup, mengelola stres dengan baik, itu semua adalah investasi kesehatan agar kita tetap sehat hingga masa mendatang.

6. Pentingnya deteksi dini

Penting bagi kita untuk melakukan deteksi dini, terutama bagi kamu yang memiliki faktor keturunan dan obesitas. Kamu yang berusia 25 tahun ke atas bisa melakukan medical check-up setiap 6 bulan atau 1 tahun untuk mendeteksi dini penyakit tidak menular.

“Penyakit-penyakit seperti diabetes, hipertensi, dan kolesterol tinggi jarang ada gejala yang jelas, kadang-kadang dengan gula darah tinggi tidak memiliki gejala khusus, dan tidak selalu orang hipertensi itu pusing atau sakit kepala,” kata dr. Ninggar.

Dilansir Medical News Today, kita tidak dapat mencegah diabetes tipe 1. Namun, diabetes tipe 2 bisa dicegah dengan:

  • Mempertahankan berat badan dalam rentang ideal.
  • Menerapkan pola makan bergizi seimbang, serta membatasi asupan gula tambahan, lemak jenuh, dan makanan olahan.
  • Rutin olahraga.

Itu tadi cara kamu agar dapat mencegah penyakit setelah lebaran. Meski hari raya kamu harus memperhatikan makanan sehat dan juga aktivitas fisik agar tubuh tetap fit usai hari raya.

Sumber : IDN Times

GAYA HIDUP, Kesehatan

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • 10 − 2 =