Blog

27 Desember 2021

7 Penyakit yang Paling Sering Dialami Anak-anak

ilustrasi sakit tenggorokan (libertypeds.com)

Dalam masa pertumbuhannya, bukan hal yang aneh jika anak sesekali jatuh sakit. Sebagai orang tua, kita harus tetap tenang dan tidak panik. Sebab, mayoritas penyakit anak bisa disembuhkan.

Mau tahu, apa saja penyakit yang paling sering dialami oleh anak-anak? Berikut ini beberapa di antaranya!

1. Sakit tenggorokan

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), penyebab sakit tenggorokan (sore throat) paling umum adalah virus. Namun, terkadang disebabkan oleh bakteri streptokokus grup A dan disebut sebagai radang tenggorokan (strep throat).

Dilansir American Academy of Pediatrics, sakit tenggorokan yang disebabkan oleh virus tidak perlu diobati dengan antibiotik dan anak bisa sembuh dalam beberapa hari. Jika anak mengidap radang tenggorokan, maka dokter akan meresepkan antibiotik dan harus dihabiskan.

Orang yang terinfeksi streptokokus menyebarkan bakteri lewat droplet saat bersin atau batuk. Anak-anak bisa terkena radang tenggorokan jika menghirup droplet dan makan atau minum dari piring atau gelas yang sama dengan orang yang sakit.

2. Sakit telinga

Ada beberapa jenis sakit telinga yang rawan dialami oleh anak-anak, seperti infeksi telinga (otitis media), telinga perenang (otitis eksterna), sakit gigi yang menjalar hingga telinga, dan tekanan akibat pilek atau infeksi sinus.

Pengobatannya berbeda-beda tergantung jenisnya. Jika menderita infeksi telinga tengah, dokter akan memberikan antibiotik amoxicillin. Jika disebabkan oleh virus, dokter akan membantu meringankan rasa sakit pada telinga sampai virus hilang dengan sendirinya.

Risiko anak-anak terkena sakit telinga sangat tinggi. Menurut National Institute on Deafness and Other Communication Disorders (NIDCD), diperkirakan 5 dari 6 anak akan mengalami infeksi telinga pada tiga tahun pertama kehidupannya.

3. Pilek

Pilek atau common cold merupakan salah satu penyakit yang umum dialami anak-anak dan menyerang saluran pernapasan bagian atas. Ini terjadi ketika virus mengiritasi lapisan hidung dan tenggorokan.

Mengutip Stanford Children’s Healthpilek dapat disebabkan oleh lebih dari 200 virus yang berbeda. Namun, kebanyakan diakibatkan oleh rhinovirus. Gejalanya termasuk hidung tersumbat, batuk, dan hidung meler (runny nose).

Anak bisa terinfeksi jika berada di dekat orang yang bersin atau batuk lalu menghirup droplet yang mengandung virus. Selain itu, bisa juga terpapar setelah menyentuh permukaan benda yang terkontaminasi seperti gagang pintu.

4. Sinusitis

Sinusitis merupakan istilah lain dari infeksi sinus dan disebabkan oleh penumpukan cairan di sinus (ruang kosong di dalam tulang di antara mata, di dahi, dan di belakang tulang pipi). Jika itu terjadi, maka bakteri dan virus bisa tumbuh, dilansir Wake Forest Pediatrics.

Gejala yang dirasakan seperti hidung tersumbat, sakit kepala, tekanan atau nyeri di wajah, sakit tenggorokan, batuk, pilek, bau mulut, hingga post-nasal drip (lendir menetes ke tenggorokan). Selain itu, mungkin anak menjadi rewel dan terjadi pembengkakan di sekitar mata.

Jika sinusitis disebabkan oleh bakteri, dokter akan meresepkan antibiotik oral. Jika diakibatkan oleh virus, dokter mungkin memberikan ibuprofenacetaminophen, atau kompres hangat untuk mengurangi rasa sakit.

5. Konjungtivitis

Infeksi mata yang umum dialami anak-anak di bawah 5 tahun adalah konjungtivitis, yaitu peradangan (pembengkakan dan kemerahan) pada konjungtiva (selaput bening yang menutupi bagian putih mata dan bagian dalam kelopak mata).

Nama lainnya adalah pink eye karena mata terlihat merah muda atau kemerahan. Gejala lainnya seperti pembengkakan pada kelopak mata, keluar air mata berlebihan, gatal pada mata, hingga keluarnya cairan berwarna kuning-hijau dari mata yang mengering ketika anak tidur.

Penyebabnya bisa infeksi virus atau bakteri (sangat menular) maupun reaksi alergi (tidak menular). Jika anak mengidap konjungtivitis menular, jangan biarkan mereka berbagi benda dengan orang lain (terutama handuk dan bantal) serta harus mencuci tangan secara teratur.

6. Eksem atau dermatitis atopik

Berdasarkan data yang dikutip dari Allergy & Asthma Network, sekitar 15-20 persen anak-anak di dunia menderita eksem atau dermatitis atopik. Kondisi ini merujuk pada peradangan kulit kronis, tidak menular, yang menyebabkan kulit kering, kemerahan, dan gatal.

Biasanya, eksem pertama muncul di usia 3-6 bulan. Selain karena faktor genetik, penyakit ini dipengaruhi oleh sistem kekebalan tubuh dan faktor eksternal (cuaca, suhu panas, serta kurangnya kelembapan pada kulit).

Pengobatannya bervariasi, mulai dari pemberian krim atau salep kortikosteroid, antibiotik, antihistamin, krim atau salep penghambat kalsineurin, fototerapi atau terapi cahaya, hingga obat imunomodulator.

Untuk pencegahan, jauhkan anak dari iritan (zat pemicu peradangan), menjaga agar kuku anak tetap pendek agar tidak terluka saat menggaruk, serta memakai pelembap yang direkomendasikan dokter.

7. Karies gigi

Pernah melihat anak kecil dengan gigi berwarna kehitaman? Itu adalah karies gigi, yaitu kerusakan gigi yang disebabkan oleh bakteri dan makanan tinggi karbohidrat yang tertinggal di gigi. Terutama makanan manis seperti permen, kue, soda, dan lainnya.

Berdasarkan data dari National Institute of Dental and Craniofacial Research (NIDCR), sekitar 42 persen anak usia 2-11 tahun mengalami karies gigi pada gigi susunya. Mereka rentan mengalami karies karena enamel gigi susu jauh lebih tipis dan lunak serta lebih berisiko mengalami pembusukan.

Sebagai langkah pencegahan, kurangi konsumsi makanan atau minuman manis serta biasakan anak menggosok gigi, terutama pada malam hari menjelang tidur. Jika memungkinkan, rutin periksakan gigi anak ke dokter.

Nah, itulah beberapa penyakit dan kondisi medis yang paling sering dialami oleh anak-anak. Semoga anak selalu terhindar dari penyakit tersebut, ya!

Sumber : IDN Times

GAYA HIDUP, Ibu dan Anak

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • 3 + eleven =