Blog

17 Oktober 2020

8 Cara untuk Membantu Anak agar Bisa Lebih Cepat Berbicara

foto : freepik

Sejak dilahirkan hingga usia beberapa bulan, bayi akan membuat suara-suara yang muncul dari mulut mereka. Seiring pertambahan usia, mereka bakal mulai belajar untuk berbicara.

Patut dipahami oleh orangtua bahwa tiap-tiap bayi memiliki kecepatan belajar berbicara yang berbeda. Beberapa bayi bisa mulai berbicara sejak usia yang cukup dini, namun beberapa bayi mengalami masalah ini.

Kecepatan belajar kata yang berbeda dari tiap bayi ini seharusnya tidak menjadi kekhawatiran orangtua. Hal yang penting dilakukan oleh orangtua adalah untuk membantu anak mereka agar lebih cepat berbicara.

Sejumlah cara bisa dilakukan oleh orangtua untuk buah hati mereka. Dilansir dari Healthline, berikut sejumlah cara yang tepat untuk membantu anak agar lebih cepat berbicara.

Ajak Membacan dan Gunakan Bahasa Isyarat

Membaca Bersama

Membacara bersama anak sebanyak mungkin merupakan cara yang bisa kamu lakukan untuk mempercepat kemampuan bahasa mereka. Penelitian pada tahun 2016 mengungkap bahwa anak yang terpapar kosakata lebih kaya melalui buku bergambar yang dibacakan dibanding ketika mendengarkan percakapan orang dewasa.

Penelitian pada tahun 2019 mengungkap bahwa membaca satu buku setiap hari bisa membuat anak terpapar lebih dari 1,4 juta kata. Hal ini dilakukan pada anak usia TK.

Gunakan Bahasa Isyarat

Untuk membuat anak mencadi lancar berbahasa, sebaiknya ajarkan sejumlah bahasa isyarat sederhana pada anak. Anak-anak bisa memahami bahasa isyarat ini dengan lebih mudah dibanding pada orang dewasa.

Memberi kemampuan bahasa isyarat pada anak ini bisa membuat mereka lebih ekspresif untuk berkomunikasi. Hal ini juga bisa membantu mereka dalam mempelajari bahasa.

Lebih Banyak Berbicara

Ajak Berbicara Setiap Saat

Walau buah hati belum bisa berbicara, namun bukan berarti kamu tak bisa mengajaknya bicara. Semakin sering kita mengajak anak bicara, semakin mudah bagi mereka untuk mempelajari bahasa pada usia muda.

Ketika melakukan berbagai tindakan atau aktivitas di sekitar mereka, usahakan untuk mengajak mereka bicara. Pastikan untuk menggunakan bahasa yang singkat dan sederhana untuk membuat mereka lebih mudah mengerti.

Jangan Menggunakan Bahasa Bayi

Kebiasaan yang dilakukan orangtua adalah menggunakan bahasa bayi keika berbicara dengan buah hati. Hal ini sebaiknya dihindari dan tidak dilakukan oleh orangtua.

Mengucapkan kata secara tepat bisa membantu anak lebih cepat berbicara dengan benar. Selain itu, ketika mereka menggunakan bahasa bayi atau ungkapan yang berbeda ketika bicara, kamu bisa perlahan membenarkannya dengan cara mengucapkan yang lebih benar.

Perkaya Kosakata dan Respons Anak

Selalu Sebut Nama Benda yang Diberikan

Banyak anak yang bakal menunjuk benda yang mereka inginkan dibanding meminta dengan menyebutnya. Untuk mengatasi masalah ini, kamu bisa menyebut benda yang mereka tunjuk serta latih mereka untuk mengucapkannya.

Tanyakan pada mereka nama benda yang diinginkan dan mereka tunjuk. Selanjutnya, upayakan agar mereka terus mengucapkan nama benda yang mereka maksud itu ketika menginginkannya.

Perbanyak Respons Anak

Cara lain untuk meningkatkan kosakata anak adalah dengan memperbanyak respons mereka. Sebagai contoh, ketika anak menunjuk sebuah buku, coba kamu jawab dengan ‘buku yang bagus dan warna-warni ya?!’.

Kamu juga bisa menggunakan teknik ini ketika anak mengucapkan sejumlah kata dalam kalimat. Hal ini bisa sangat membantu mereka memiliki lebih banyak kosakata.

Batasi Waktu di Depan Layar

Beri Pilihan pada Anak

Kamu bisa memaksa anak berkomunikasi dengan memberi anak pilihan. Sebagai contoh, ketika anak menginginkan minuman, kamu bisa menanyai mereka jenis minuman apa yang hendak dipilih serta jenis-jenisnya.

Pastikan anak juga memberi respons dan jawaban dalam kata-kata dan bukan hanya sekadar gestur. Cara ini bisa memaksa mereka untuk berbicara dan memperbanyak kosakata.

Batasi Waktu di Depan Layar

Penelitian pada tahun 2018 mengungkap bahwa meningkatnya waktu di depan layar bisa menyebabkan speech delay pada anak berusia 18 bulan. Pakar menyebutkan bahwa interaksi dengan orang lain dan bukan menatap layar, merupakan cara terbaik untuk perkembangan bahasa.

Disarankan untuk berada di depan layar tak lebih dari satu jam setiap hari untuk anak usia dua hingga lima tahun. Batasan ini bakal semakin menurun pada anak yang berusia lebih muda.

Sejumlah cara tersebut bisa coba dilakukan oleh orangtua untuk membuat anak mereka lebih lancar berbicara. Hal ini sangat penting bagi perkembangan anak selanjutnya.

Sumber : merdeka.com

GAYA HIDUP, Ibu dan Anak

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • fifteen + twelve =