Blog

18 Agustus 2022

8 Manfaat Jahe untuk Anak-Anak, Tingkatkan Sistem Imun

ilustrasi jahe (freepik.com/freepik)

Selama beberapa generasi, orang telah menggunakan pengobatan rumahan sebagai langkah pertama tindakan untuk mengobati masalah atau gejala yang berhubungan dengan kesehatan pada anak-anak.

Sementara pengobatan rumahan mungkin aman untuk anak-anak, tetapi beberapa mungkin terlalu kuat untuk dimetabolisme oleh mereka. Oleh karena itu, selalu disarankan untuk mempraktikkan pengobatan rumahan yang telah diuji dan terbukti efektif menurut penelitian ilmiah.

Jahe (Zingiber officinale) adalah salah satu bumbu makanan yang paling banyak dikonsumsi di dunia dan juga digunakan untuk mengobati berbagai penyakit. Jahe diakui sebagai aditif makanan yang “umumnya aman”. Nah, inilah beberapa manfaat jahe untuk kesehatan anak-anak.

1. Antimikroba, antijamur, dan antivirus

Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa jahe memiliki aktivitas antimikroba terhadap E. ColiSalmonella typhi, dan Bacillus subtilis. Bayi lebih rentan terhadap serangan bakteri, dan karenanya jahe dapat digunakan untuk mencegah infeksi di dalamnya, meskipun di bawah bimbingan dokter anak, menurut laporan dalam International Journal of Physiology, Pathophysiology and Pharmacology tahun 2014.

Selain itu, berdasarkan laporan bertajuk “Ginger: A functional herb” tahun 2013, jahe diketahui memiliki sifat antijamur dan antivirus yang dapat membantu meningkatkan kekebalan tubuh.

2. Baik untuk pencernaan

Dilansir ParentCircle, jahe meningkatkan sekresi air liur dan cairan lambung yang meningkatkan nafsu makan dan pencernaan anak. Komponen aktif yang ada dalam jahe merangsang pencernaan dan penyerapan. Ini meredakan sembelit dan perut kembung, dengan meningkatkan aktivitas otot di saluran gastrointestinal.

Jahe adalah agen anti-emetik (mencegah mual dan muntah) dan sangat berguna selama mabuk perjalanan pada anak-anak. Jahe dapat mengobati gangguan makan pada anak dengan memberikan dampak positif terhadap asupan makanan dan metabolisme nutrisi.

3. Dapat bertindak sebagai ekspektoran

American Academy of Pediatrics menyarankan penggunaan obat yang dijual bebas untuk batuk dan pilek pada anak-anak. Apabila diizinkan oleh dokter anak, kamu bisa menggunakan jahe sebagai ekspektoran untuk mengobati batuk.

Jus jahe, dikombinasikan dengan madu, adalah obat rumah yang umum untuk batuk dan pilek. Akan tetapi, perlu diingat bahwa madu tidak boleh diberikan untuk bayi yang usianya masih di bawah satu tahun.

4. Menguatkan hati

Jahe merangsang hati untuk membuang berbagai racun dari aliran darah dan memiliki efek antiinflamasi dan antioksidan yang membantu melindungi hati.

Efek hepatoprotektif jahe ini dirangkum dalam ulasan berjudul “Ginger Protect the Liver against the Toxic Effects of Xenobiotic Compounds: Preclinical Observations” yang diterbitkan dalam Journal of Nutrition & Food Sciences tahun 2013.

5. Meningkatkan imunitas

FirstCry Parenting melansir, saat musim berganti, bayi dan anak-anak menjadi lebih rentan terhadap penyakit musiman, seperti flu, batuk, dan pilek. Nah, jahe dapat membantu memberikan garis pertahanan pertama dalam hal ini.

Dari semua masalah pernapasan, orang tua paling takut dengan bronkitis. Ini merupakan kondisi peradangan selaput lendir yang menyebabkan masalah pernapasan.

Sebagai contoh, campurkan bubuk jahe kering, lada, bubuk cengkih, dan madu tiga kali sehari. Akan tetapi, akan lebih bijak untuk berkonsultasi dengan dokter anak terlebih dulu untuk mengatasi batuk anak meskipun yang diberikan adalah bahan alami.

6. Baik untuk sirkulasi darah

Jahe adalah stimulan peredaran darah yang kuat. Ini menyebabkan efek stimulasi pada otot jantung dengan melebarkan darah dan meningkatkan sirkulasi darah. Sirkulasi yang ditingkatkan diyakini dapat meningkatkan aktivitas metabolisme seluler, sehingga berkontribusi pada efek antiinflamasi dan antispasmodik (meredakan kram otot).

7. Meredakan batuk rejan

Jahe adalah ekspektoran alami yang meredakan batuk pada anak. Ketika tanda-tanda pertama flu mulai muncul pada anak, secangkir minuman hangat jahe (teh atau infus herbal) dapat membantu membersihkan hidung tersumbat.

Menurut penelitian, jahe dapat bermanfaat melawan infeksi pernapasan seperti batuk rejan pada anak-anak karena sifat antibakterinya. Sebuah studi berjudul “Antibacterial activity of [10]-gingerol and [12]-gingerol isolated from ginger rhizome against periodontal bacteria” dalam jurnal Phytotherapy Research tahun 2008 menjelaskan aktivitas jahe terhadap bakteri gram negatif.

8. Meringankan gejala mabuk perjalanan

Dilansir The Champa Tree, jika kamu berencana melakukan perjalanan jauh dengan anak, baik darat, laut, maupun udara, ini bisa sangat melelahkan dan bukan tidak mungkin anak jatuh sakit.

Meskipun yang terbaik adalah tidak memberikan makan anak secara berlebihan sepanjang perjalanan, tetapi kadang kita tidak dapat mencegah mual dan muntah sepanjang perjalanan. Mengunyah sepotong kecil permen jahe bisa membantu meredakan gejala mabuk perjalanan tersebut.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat memberikan jahe untuk anak kecil, yaitu:

  • Hindari pemberian jahe terlalu banyak karena jahe kuat, panas, dan rasanya tajam.
  • Hindari menambahkan madu ke dalam air jahe terutama saat memberikannya kepada bayi. Namun, kamu bisa memberikannya kepada bayi di atas 1 tahun.
  • Walaupun jahe mungkin dapat membantu mencegah alergi, tetapi ketika kamu mulai menambahkannya ke dalam makanan anak, perhatikan tanda-tanda reaksi alergi. Alergi jahe mungkin terjadi.

Waktu yang ideal untuk mulai menambahkan jahe ke dalam makanan bayi adalah setelah ia diperkenalkan dengan makanan padat. Dianjurkan untuk menunggu beberapa hari dan menambahkan jahe hanya jika kamu yakin bahwa anak mampu mencerna makanan padat dengan baik.

Misalnya, jika makanan padat ditambahkan pada bulan keenam, mulailah memberi anak jahe sejak bulan kedelapan. Juga, sangat penting untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum menambahkan jahe ke dalam makanan anak.

Sumber : IDN Times

GAYA HIDUP, Ibu dan Anak

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.