Blog

5 Maret 2021

813 SD dan 199 SMP di Banyuwangi Mulai Sekolah Tatap Muka

Bupati Ipuk saat meninjau sekolah tatap muka (Foto: Ardian Fanani/detikcom)

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengecek pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) dengan berkeliling ke sejumlah sekolah. Mulai pekan ini seluruh sekolah penyelenggara pendidikan di Banyuwangi telah melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM).

Sebanyak 813 SD dan 199 SMP telah menggelar sekolah tatap muka terbatas, yang dipadukan dengan pembelajaran jarak jauh. Ipuk mendatangi sejumlah sekolah, yang dimulai dari SDN 4 Penganjuran, Kecamatan Banyuwangi, Kamis (4/3/2021).

Di sana, Ipuk meninjau pelaksanaan PTM di sejumlah kelas. Ipuk memastikan bahwa setiap kelas diisi maksimal 30 persen dari kapasitas untuk mencegah penyebaran COVID-19. Ipuk berpesan kepada seluruh siswa dan guru untuk tidak melepas maskernya selama proses pembelajaran di kelas.

Selain meninjau pelaksanaan PTM, Ipuk juga memimpin apel penegak disiplin protokol kesehatan COVID-19 dan meresmikan satgas penegak disiplin. Apel diikuti tenaga pendidikan, tenaga kesehatan, serta para relawan di wilayah Kecamatan Banyuwangi.

Ipuk mengapresiasi berdirinya satgas penegak disiplin yang dimotori oleh Kecamatan Banyuwangi. Camat Banyuwangi, M. Lutfi mengatakan, seiring dengan mulai bergeraknya aktivitas ekonomi warga, maka disiplin protokol kesehatan menjadi syarat wajib untuk menghindari COVID-19.

“Satgas ini terdiri banyak elemen. Nanti mereka akan bergerak memantau di sekolah, pusat keramaian, dan pusat aktivitas warga lainnya untuk memastikan bahwa aktivitas warga tidak berpotensi memunculkan kasus COVID-19,” kata Lutfi.

Ipuk juga mengunjungi pelaksanaan sekolah tatap muka di SD Muhammadiyah 1 di Banyuwangi, SD Al Khairiyah, dan SD AL Irsyad. Selain berdialog dengan siswa, Ipuk juga sempat menyapa wali murid yang tengah menjemput siswa.

Salah seorang wali murid di SD Al Khairiyah, Nur Khazanah menyampaikan bahwa hampir semua wali murid merasa antusias dengan dimulainya PTM. Dia merasa lega apalagi sekolah telah diwajibkan PTM harus berjalan sesuai dengan protokol COVID-19.

Peninjauan tersebut, juga dimanfaatkan Ipuk untuk memberi motivasi tentang pentingnya hidup sehat. Ipuk membagikan makanan tambahan bergizi sebagai pesan agar siswa tetap bugar guna mengahdapi pandemi ini.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pendidikan Suratno menjelaskan bahwa saat ini semua sekolah SD dan SMP telah menggelar PTM secara terbatas. Pelaksanaan sekolah tatap muka di Banyuwangi sendiri dilakukan secara bertahap. Pada tahap awal yang diijinkan sebanyak 121 sekolah pada Januari 2021 lalu.

“Pekan ini kita memasuki tahap ke-4, dan semua sekolah di Banyuwangi telah lolos uji untuk bisa menyelenggarakan PTM. Rinciannya ada 813 SD dan 199 SMP yang sudah PTM. Meski begitu, kami tetap mewajibkan maksimal kuota perkelas adalah 30 persen, untuk menghindarkan potensi terjadinya penularan COVID-19,” ungkapnya.

Selama satu bulan ke depan, Dinas Pendidikan akan terus memantau dan melakukan evaluasi pada penyelenggaraan PTM yang telah berjalan. “Bila satu bulan tidak ditemukan kasus, maka kami akan mengijinkan siswa SD kelas 1 hingga kelas 3 untuk bisa mengikuti PTM. Selama ini yang kita ijinkan untuk ikut tatap muka hanya kelas 4 s.d 6,” jelasnya.

Sumber : detik.com

NEWS

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • 1 × 4 =