Blog

11 Januari 2021

9 Makanan Sehat yang Sulit Dicerna dan Buat Perut Kembung

Ilustrasi. Gandum merupakan salah satu makanan sehat yang ternyata sulit dicerna tubuh. (Meditations/Pixabay)

Pernahkah Anda mengonsumsi makanan sehat, tapi justru menemukan bahwa Anda terbangun dengan perut buncit dalam semalam?

Meskipun Anda bisa tenang bahwa ini bukan karena penambahan berat badan, melainkan perut kembung. Namun, itu cukup dapat membuat Anda memulai hari dengan buruk ketika merasa lesu, berat dan tidak nyaman.

Penyebabnya beragam, salah satunya yakni ada beberapa makanan sehat yang ternyata sulit dicerna.

Berikut 9 makanan sehat yang sulit dicerna dan menyebabkan kembung tidak nyaman, sebagaimana dilansir AsiaOne.

1. Bawang putih dan bawang bombay

Kedua bahan populer dalam masakan, bawang putih dan bawang bombay mengandung serat yang dikenal sebagai fruktan yang tidak dapat dicerna oleh usus kecil Anda.

Hal ini menyebabkan peningkatan produksi gas di tubuh Anda yang menyebabkan kembung yang serius.

2. Jagung

Lapisan luar setiap kernel jagung mengandung selulosa dalam jumlah tinggi, yakni serat yang tidak dapat diuraikan oleh perut manusia. Makan terlalu banyak jagung bisa menyebabkan Anda merasa kembung.

3. Kacang-kacangan

Makan kacang-kacangan karena sering direkomendasikan sebagai camilan sehat mungkin bukan ide yang baik.

Meskipun menjadi sumber protein dan serat yang baik, kacang-kacangan juga mengandung asam fitat, yang memperlambat penyerapan mineral alami tubuh Anda seperti zat besi dan seng.

Ini mungkin membuat Anda merasa kembung, kembung, atau sembelit.

Di samping itu, kacang dikenal padat kalori, jadi sebaiknya batasi asupan Anda hingga segenggam ‘kecil’.

4. Sayuran mentah

Sayuran kucifer seperti brokoli dan kembang kol kaya vitamin dan serat. Namun, tubuh Anda tidak mengandung enzim yang dibutuhkan untuk memecah rafinosa, gula kompleks yang ditemukan dalam sayuran tersebut.

Mereka akan difermentasi oleh bakteri di usus Anda untuk menghasilkan gas yang dapat menyebabkan Anda merasa kembung dan tidak nyaman.

5. Kacang polong

Kacang kaya akan protein, mineral dan vitamin. Namun, mereka juga mengandung molekul gula besar yang dikenal sebagai oligosakarida yang tidak dapat dipecah atau dicerna di usus kecil.

Gula yang tidak tercerna akan diangkut ke usus besar di mana ia mengalami fermentasi untuk menghasilkan gas.

6. Jamur

Jamur mengandung molekul gula besar raffinose dan serat fruktan, keduanya merupakan pemicu potensial terjadinya gas.

Jumlah kecil mungkin tidak akan banyak mengganggu, tetapi makanan yang mengandung porsi besar jamur seperti sup jamur atau risotto, bisa menjadi penyebab di balik perut kembung dan kembung yang berlebihan.

7. Apel

Apel sering dikaitkan dengan manfaat kesehatan yang melimpah seperti peningkatan kesehatan jantung dan menurunkan kadar kolesterol.

Namun, kulit apel mengandung serat tidak larut yang sulit diurai oleh tubuh Anda. Apel juga mengandung fruktosa yang akan berfermentasi di usus besar untuk menghasilkan gas.

8. Gandum

Ditemukan dalam roti dan pasta, gandum sangat diperlukan dalam banyak makanan kita. Namun, gandum mengandung karbohidrat rantai pendek serta gula alkohol, senyawa organik yang berasal dari gula, yang mendorong produksi gas dalam tubuh Anda.

Anda bisa mengurangi gandum dengan menggunakan quinoa sebagai pengganti pasta dari biji-bijian dan zucchini.

9. Produk susu

Mereka yang tidak toleran laktosa mungkin menemukan diri mereka menderita gangguan pencernaan, kembung, kram dan perut kembung saat mengonsumsi produk susu.

Namun, bahkan jika Anda tidak intoleran terhadap laktosa, Anda mungkin mengalami gejala yang sama jika Anda mengonsumsi terlalu banyak produk susu. Itu karena usus Anda tidak dapat menghasilkan cukup laktase, suatu enzim yang memecah laktosa.

Sumber : cnnindonesia.com

GAYA HIDUP, Kesehatan

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • 1 × 5 =