Blog

6 Februari 2021

Abu Vulkanik Gunung Raung Mulai Terasa hingga Kota Banyuwangi

Daerah sekitar Gunung Raung/Foto: Ardian Fanani

Masyarakat Banyuwangi mulai merasakan debu yang perih di mata. Diduga, abu vulkanik dampak dari erupsi Gunung Raung sudah mencapai Kota Banyuwangi.

Soal abu vulkanik ini dirasakan oleh pengendara kendaraan roda dua di Kota Banyuwangi, Jumat (5/2/2021) malam. Saat melintas di jalan, mereka merasakan perih di mata.

“Terasa memang seperti debu. Sepanjang jalan ini kelilipan terus,” kata Pratiwi, pengendara kendaraan roda dua kepada wartawan

Debu yang diduga abu vulkanik Gunung Raung itu, kata Pratiwi, dirasakan sejak pukul 19.00 WIB. Dirinya mengaku akan berbelanja di pasar. Namun sempat menghentikan kendaraannya karena terasa perih di mata.

“Iya perih sekali. Bukan debu biasa. Seperti lebih tajam,” tambahnya.

Hal yang sama diungkapkan oleh Saiful, warga Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi. Saiful mengaku kendaraannya kotor seperti pasir halus yang menempel di helm dan bodi kendaraan.

“Sehabis isya tadi terasa perih di mata. Saya perjalanan dari Banyuwangi ke Kalipuro. Kayaknya hujan abu,” terangnya.

Sementara dalam data dari Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Raung, asap erupsi Gunung Raung tidak teramati jelas karena tertutup kabut. Namun untuk arah angin menuju ke timur. Untuk sementara, laporan dari masyarakat, abu vulkanik Gunung Raung sudah ada di beberapa titik. Seperti di Kecamatan Licin dan Songgon.

“Laporan masih di Kecamatan Licin dan Songgon. Beberapa hari ini memang arah angin ke timur,” ujar Mukijo, Kepala PPGA Raung kepada detikcom.

Sementara aktivitas vulkanik gunung setinggi 3.332 mdpl itu masih berlangsung. Suara gemuruh terus terdengar di PPGA Raung. Selain itu, tremor menerus (microtremor) terekam dengan amplitudo 3-17 mm (dominan 6 mm).

Sumber : news.detik.com

NEWS

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • 4 × one =