Blog

10 Oktober 2020

Antisipasi Klaster Keluarga, Banyuwangi Gelar Kampanye Bersama Duta Masker

Foto: Ardian Fanani

Aksi kampanye masker terus dilakukan polisi. Dengan menggandeng duta masker, polisi gencar kampanyekan alat perlindungan minimal terhadap COVID-19.

Bersama dengan Jebeng-Thulik (pemuda daerah Banyuwangi) yang ditunjuk sebagai duta masker, menggelar kampanye ‘Banyuwangi Bermasker’ di depan Mapolresta Banyuwangi, Jumat (9/10/2020). Kapolresta Banyuwangi Kombes Arman Asmara Syarifudin memimpin langsung kampanye masker tersebut. Di samping itu, Operasi Yustisi pun juga digelar. Beberapa pengendara kendaraan yang tak bermasker langsung di mengikuti sidang ditempat.

Menurut Kapolresta, kegiatan ini untuk kembali meningkatkan kesadaran kepada masyarakat untuk bermasker khusunya generasi muda. Seiring dengan peningkatan risiko penularan COVID-19 di Banyuwangi.

“Kami kembali tak bosan mengingatkan masyarakat tak bermasker untuk menggunakan masker. Kita gandeng duta masker untuk berkampanye bersama kami,” ujarnya kepada detikcom, Jumat (9/10/2020).

Menurutnya, dutamasker ini nantinya akan memberikan penjelasan kepada generasi muda, untuk peduli dengan protokol kesehatan. Ini sebagai antisipasi klaster keluarga yang meningkat di Banyuwangi.

“Nantinya duta masker ini akan memberikan sosialisasi ke generasi muda lain dalam ajakan bermasker,” pungkasnya.

Selain kampanye bermasker, digelar pula operasi yustisi masyarakat yang tak menggunakan masker. Sebanyak puluhan pengendara langsung di sidang ditempat. Mereka yang tak bermasker diberikan masker gratis. Tak hanya itu, dalam kampanye itu juga dibagikan kaos untuk pengendara yang patuh terhadap protokol kesehatan.

“Ayo pakai masker. Karena masker itu yang menyelamatkan kita dari penularan COVID-19,” ujar Sandi pengendara kendaraan yang mendapatkan kaos ajakan Banyuwangi Bermasker.

Salah satu duta masker, Jebeng Ayu mengaku bangga bisa terlibat dalam kegiatan kampanye masker. Menurutnya, kampanye bermasker tak hanya dilakukan oleh duta masker. Namun juga generasi muda Banyuwangi. Karena, penularan COVID-19 terhadap generasi muda sangat rentan terhadap munculnya klaster keluarga.

“Karena biasanya anak muda tergolong OTG. Masih sehat tapi karena di rumah ada nenek, kakek ataupun orang tua yang gampang tertular makanya potensinya besar menjadi klaster keluarga,” pungkasnya.

Sumber : news.detik.com

NEWS

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • three × five =