Blog

8 November 2021

Bahaya Telur Asin jika Dimakan Berlebihan

foto : alodokter.com

Telur asin adalah istilah umum untuk telur yang diawetkan dengan cara diasinkan. Jenis telur yang digunakan biasanya adalah telur itik atau telur bebek. Harap berhati-hati jika Anda sering mengonsumsi telur asin, karena ada beberapa masalah kesehatan yang bisa terjadi.

Cita rasa asin gurih dan tekstur kuning telurnya yang berpasir, membuat telur asin digemari. Baik itu dengan dimakan langsung ataupun menjadi bumbu utama dalam masakan ‘salted egg’.

Dari segi nutrisi, telur asin mengandung lemak, protein, karbohidrat, kalsium, zat besi, dan vitamin A. Meski kaya akan nutrisi, Anda perlu mewaspadai bahaya telur asin jika dikonsumsi secara berlebihan. Hal ini karena telur asin mengandung natrium (sodium) dan kolesterol yang tinggi.

Risiko Mengonsumsi Telur Asin secara Berlebihan

Telur asin mengandung banyak garam atau natrium klorida (NaCI). Natrium merupakan suatu zat yang termasuk jenis elektrolit sekaligus mineral. Zat ini diperlukan oleh tubuh untuk menjaga keseimbangan elektrolit, menjaga kadar air di dalam tubuh, serta menunjang kerja otot dan saraf.

Makanan yang mengandung banyak garam berarti mengandung natrium dengan kadar tinggi. Kandungan natrium yang tinggi biasanya ditemukan dalam makanan siap saji dan makanan olahan atau kemasan. Telur asin termasuk makanan yang tinggi natrium, karena proses pengasinan telur menggunakan banyak garam.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyarankan untuk membatasi asupan garam, yaitu tidak lebih dari 5 gram (setara dengan natrium 2.000 mg), atau kurang dari 1 sendok teh per hari. Hal ini karena kebiasaan menyantap makanan mengandung garam tinggi terkait dengan gangguan kesehatan.

Jika Anda sering mengonsumsi telur asin, sebaiknya Anda mengenali beberapa risiko yang mengancam akibat mengonsumsi telur asin secara berlebihan:

  • Kadar garam yang tinggi dalam telur asin bisa mengakibatkan penimbunan cairan di dalam tubuh, yang dapat menyebabkan pembengkakan di kaki serta meningkatkan beban kerja jantung.
  • Kandungan garam yang tinggi di dalam telur asin juga dapat menyebabkan hipertensi, sehingga meningkatkan risiko terkena penyakit jantungstroke, dan penyakit ginjal.
  • Pola makan tinggi garam dapat meningkatkan pertumbuhan Helicobacter pylori, yaitu bakteri yang dapat menyebabkan peradangan dan ulkus lambung, serta meningkatkan risiko kanker lambung. Selain itu, asupan tinggi garam juga dapat merusak lapisan lambung, sehingga lebih rentan terpapar karsinogen.

Agar terhindar dari penyakit-penyakit di atas, Anda disarankan untuk mengonsumsi makanan asin, termasuk telur asin, secara bijaksana.

Sumber : alodokter.com

GAYA HIDUP, Kesehatan

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • fifteen − 9 =