Blog

1 September 2020

Banyak Pesawat Tabrak Layang-layang di Banyuwangi

Benang layang-layang menyangkut di sayap pesawat/Foto: Ardian Fanani

AirNav Indonesia Cabang Banyuwangi menerima laporan mengenai kasus pesawat yang menabrak layang-layang. Empat benang layang-layang menyangkut di badan pesawat milik lembaga penerbangan di Banyuwangi.

“Sejauh ini masih pesawat yang kecil sih, dari sekolah penerbangan BIFA (Bali Internasional Flight Academy) maupun API (Akademi Penerbang Indonesia). Dan sementara ini ada sekitar 4 laporan masuk. Ini masih laporan yang sudah dilaporkan secara resmi loh ya,” kata Suri Fikriansyah, Kepala AirNav Indonesia Cabang Banyuwangi

Suri menjelaskan, tersangkutnya benang di badan pesawat dapat menyebabkan kecelakaan fatal. Apalagi hingga melilit baling-baling pesawat akan menyebabkan matinya mesin, juga berpotensi mengalami kebakaran karena mesin yang macet.

“Pasti bahaya, kalau melilit mesin bisa mati mendadak, baling-baling kan jadi tidak bergerak. Bisa jatuh pesawat ini. Mesinnya kan cuman satu,” katanya.

Untuk mencegah potensi kecelakaan selama proses penerbangan, selanjutnya AirNav akan melakukan sosialisasi langsung di sejumlah tempat. Terutama di daerah yang digunakan sebagai wilayah udara penerbangan.

“Kita mungkin besok akan dilakukan sosialisasi bersama dari rekan-rekan bandara. Untuk yang di sekitar bandara sudah kita bersama dengan pihak keamanan, seperti Polri dan TNI,” tambahnya.

Sementara menurut Kepala Sub Bagian Fasilitas Pendidikan Akademi Penerbang Indonesia (API) Banyuwangi, Suherman, ukuran benang yang melilit pesawat terbilang cukup besar. Beruntung, tidak sampai membuat kegagalan mesin saat penerbangan.

“Pesawat kita terkena benang layang-layang. Benangnya besar, mirip senar pancing yang besar itu, ketarik di pesawat. Dan ada bagian sayap yang robek akibatnya. Untungnya tidak begitu fatal,” kata Suherman.

Lebih parahnya, ada kecelakaan benang layang-layang yang menyangkut leher salah satu pegawai API saat perjalanan pulang. “Di lokasi kantor itu ada layang-layang putus. Pegawai itu waktu lewat tiba-tiba terjerat lehernya. Terjatuh dan masuk parit. Ada luka bekas sayatan di leher. Saat itu juga dilarikan di rumah sakit dan mendapatkan pengobatan,” jelasnya.

Eksekutif General Manager Bandara Banyuwangi, Cin Asmoro juga menambahkan, layang-layang yang diterbangkan di sekitar bandara tentunya sangat membahayakan. Terkait perihal keselamatan tersebut telah diatur ke dalam UU Penerbangan yakni Undang-Undang Penerbangan No 1 Tahun 2009 Pasal 421 ayat 2. Sebagaimana dimaksud dalam Pasal 210, pelanggaran dapat terancam pidana penjara selama 3 tahun dan atau denda paling banyak Rp 1 miliar.

“Layang-layang yang diterbangkan di sekitar bandara tentunya akan mengganggu pesawat yang hendak mendarat atau mengudara,” kata Cin Asmoro.

Selain mengganggu kinerja pesawat juga sangat berisiko dengan keselamatan para penumpang di dalam pesawat. Untuk itu, pihak bandara telah melakukan penertiban agar masyarakat tidak menerbangkan layang-layang terlalu tinggi.

“Kalau di area bandara sendiri sejauh ini kita sudah rutin lakukan sosialisasi terkait bahaya layang-layang di area bandara. Namun untuk di luar wilayah tersebut, kita memerlukan dukungan dan tindakan dari stakeholder terkait,” pungkasnya.

Sumber : news.detik.com

 

NEWS

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • nineteen − ten =