Blog

24 Agustus 2020

Banyuwangi Gelar Songgon Coffe Camp untuk Kenalkan Potensi Pegunungan Raung

Kapolresta Banyuwangi di acara Songgon Coffe Camp (Foto: Ardian Fanani/detikcom)

Puluhan pecinta dan penikmat kopi se-Banyuwangi mengenalkan dan menikmati kopi lereng Pegunungan Raung. Pengenalan itu dilakukan pemuda Kecamatan Songgon, Banyuwangi dengan menggelar Songgon Coffe Camp.

Beberapa stand kopi dai UMKM menyuguhkan kopi asli Songgon. Satu per satu penikmat kopi pun mencicipi kopi robusta dan arabica suguhan barista yang ada di Grand Gumuk Candi (GGC), Minggu (23/8/2020).

Tak hanya itu, dalam kegiatan ini juga digelar berbagai pengenalan kopi dan atraksi prosesing kopi. Hadir dalam acara itu, Kapolresta Banyuwangi Kombes Arman Asmara Syarifudin yang membuka acara yang digelar selama 2 hari ini.

“Kegiatan ini kita gelar untuk mengenakan potensi kopi yang ada di lereng Gunung Raung, yakni di Kecamatan Songgon,” ujar Dani Wahyudi, inisiator kegiatan Songgon Coffe Camp kepada detikcom.

Diakui Dani, kopi Songgon masih belum bisa bersaing dengan kopi di wilayah lain di Banyuwangi, seperti Kalipuro dan Kalibaru. Padahal, pekebun kopi Songgon memberikan kontribusi kopi yang tak kalah saing.

“Untuk cita rasa tidak kalah dengan kopi-kopi di daerah lain. Tentu acara ini untuk meningkatkan perekonomian masyarakat, apalagi di tengah pandemi COVID-19,” tandasnya.

Sementara itu, Kapolresta Banyuwangi Kombes Arman Asmara Syarifudin mengapresiasi ajang Songgon Coffe Camp tersebut. Ajang ini merupakan sebuah ide brilian untuk meningkatkan perekonomian masyarakat lereng Gunung Raung.

“Yang menarik disini ada barista-barista luar daerah yang akan menguji dan memberikan testimoni sejauh mana citra rasa kopi Songgon dan sekitarnya. Saya rasakan juga tak kalah dengan yang dijual di kafe besar di Jakarta dan Surabaya,” ujarnya.

Kapolresta juga mengapresiasi kegiatan ini dilakukan dengan protokol kesehatan yang ketat. Ini sesuai dengan instruksi Presiden Joko Widodo Nomor 6 tahun 2020 tentang Peningkatan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan dalam Pencegahan dan Pengendalian COVID-19.

“Dengan Inpres ini, masyarakat bisa tetap menjalankan roda perekonomian namun tetap menjalankan protokol kesehatan. Korelasinya Inpres dikeluarkan pemerintah dalam kondisi untuk menghidupkan kembali roda perekonomian,” katanya.

“Selaku pembina UMKM Tangguh di Polresta Banyuwangi, Ayo kita tetap optimis. Kegiatan saudara-saudara ini akan mengispirasi semua orang untuk kembali mengerakan pemulihan ekonomi. Salam UMKM Tangguh Untuk Indonesia Maju Banyuwangi maju,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua HKTI Banyuwangi Sonny Agus Setiawan mengatakan kegiatan ini sangat positif untuk mengangkat nama Kecamatan Songgon sebagai salah satu sentra kopi di Banyuwangi.

“Tahun ini pemerintah telah mengucurkan Dana KUR sebesar 5 triliun untuk para petani. HKTI akan mendampingi petani untuk mendapatkannya. Diharapkan ini bisa mensejahtetakan petani dan UMKM kopi di wilayah ini,” pungkasnya.

Sumber : news.detik.com

NEWS

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • five × five =