Blog

3 April 2021

Cara Mengatasi Penyakit Kuning yang Dialami Bayi Baru Lahir

foto : unsplash.com/Corryne Wooten

Penyakit kuning bisa dialami oleh bayi yang baru lahir, dengan tanda kulitnya menguning dan bagian putih mata bayi berwarna kuning. Kondisi umumnya tidak berbahaya dan bisa pulih dalam hitungan hari hingga minggu. Pada kondisi ringan, ada beberapa cara yang bisa dilakukan orang tua untuk membantu mengatasinya.

Menurut keterangan dari National Health Service, warna kuning yang dialami bayi baru lahir disebabkan oleh penumpukan bilirubin dalam darah. Bilirubin adalah zat kuning yang diproduksi ketika sel darah merah dipecah, dan kemudian membawa oksigen ke seluruh tubuh.

Kejadian bayi kuning pada bayi baru lahir adalah hal yang umum terjadi, karena bayi memiliki jumlah sel darah merah yang tinggi dalam darahnya, yang sering rusak dan diganti dengan yang baru. Selain itu, organ hati bayi yang baru lahir belum berkembang sempurna, sehingga kurang efektif dalam mengeluarkan bilirubin dari dalam darah.

Pada umumnya ketika bayi berusia sekitar 2 minggu, organ hati mereka lebih efektif dalam memproses bilirubin, sehingga bayi kuning bisa sembuh dengan sendirinya. Pada kasus seperti, kebanyakan tidak akan berdampak buruk terhadap organ tubuh bayi lainnya.

Meskipun begitu, pada beberapa kasus yang jarang, ada kondisi ketika kondisi penyakit kuning pada bayi baru lahir bisa menjadi tanda bahaya dari komplikasi penyakit yang lebih serius. Hal ini sering terjadi jika penyakit kuning atau jaundice muncul segera setelah lahir (dalam 24 jam pertama).

Orang tua tidak boleh langsung panik bila mendapati bayi bergejala penyakit kuning. Untuk menambah wawasan, berikut ini ada penjelasan tentang beberapa cara yang bisa membantu menghilangkan kondisi bayi kuning.

1. Memberikan ASI yang cukup

Menyusui merupakan cara pertama yang paling efekif dalam mengatasi penyakit kuning yang dialami bayi baru lahir. Pastikan bayi terhidrasi dengan baik dan tidak kekurangan nutrisi maupun cairan.

Melansir laman Birth Injury Help Center, bayi kuning saat menyusui dapat terjadi karena bayi tidak menerima cukup ASI untuk menurunkan kadar bilirubinnya. Ini menyebabkan bilirubin akan diserap kembali ke dalam usus, sehingga kadarnya tetap tinggi yang memicu bayi menjadi kuning.

Saat bayi buang air besar pada awal kelahirannya, juga penting untuk membantu mengeluarkan bilirubin dalam tubuhnya.

2. Menjemur bayi

Melansir The Birth Center dan eMedicineHealth, sinar matahari telah terbukti efektif dalam membantu memecah bilirubin. Faktanya, paparan sinar matahari selama 1 jam sama dengan 6 jam di bawah lampu bilirubin khusus yang biasanya digunakan untuk terapi bayi kuning di rumah sakit. Ini tentu saja akan banyak membantu organ hati bayi dalam memproses bilirubin jadi lebih mudah.

Untuk menjemur bayi, berikut ini adalah hal-hal penting yang perlu diperhatikan:

  • Letakkan bayi di dalam keranjang bayi dengan alas selimut di dekat jendela
  • Pastikan bayi tidak terkena sinar matahari atau cahaya langsung
  • Jemur bayi selama 10 menit sebanyak dua kali sehari. Kamu bisa melakukannya pada pagi dan sore hari
  • Kamu tetap bisa menjemur bayi meskipun cuaca sedang mendung, karena masih efektif dalam membantu proses ini

3. Fototerapi

Fototerapi atau biasa disebut sebagai terapi sinar biru adalah jenis terapi yang menggunakan cahaya khusus, yaitu sinar ultraviolet. Tujuannya adalah untuk mengubah bilirubin menjadi bentuk yang lebih mudah diuraikan oleh organ hati, sehingga bayi akan lebih mudah membuangnya melalui tinja dan urine.

Jika kadar bilirubin bayi tinggi, bayi mungkin menjalani perawatan fototerapi selama beberapa hari. Jangka waktu ini akan disesuaikan dengan diagnosis dokter yang menangani fototerapi.

Itulah beberapa tindakan dan cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi penyakit kuning pada bayi akibat tingginya kadar bilirubin pada bayi baru lahir. Poin 1 dan 2 bisa dilakukan secara mandiri di rumah. Namun, untuk poin 3 tentunya harus dibantu tenaga medis. Tetap pantau kondisi bayi dengan baik dan jangan lewatkan konsultasi dengan dokter. Perubahan sekecil apa pun jangan sampai luput, ya!

Sumber : IDN Times

GAYA HIDUP, Ibu dan Anak

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • 2 + 6 =