Blog

8 Januari 2021

Harga Cabai Meroket Gegara Cacar, Disperta Banyuwangi Sebut Hanya 10%

Harga cabai di Banyuwangi terserang cacar (Foto: Ardian Fanani/detikcom)

Harga cabai rawit melonjak hingga Rp 80 ribu/kg beberapa hari ini. Lonjakan ini dipicu banyaknya petani gagal panen, lantaran tanaman cabai terserang penyakit cacar (Antraknosa). Penyakit ini menyebabkan muncul bercak warna hitam di buah cabai sehingga cepat membusuk.

Meski begitu, Dinas Pertanian dan Pangan Banyuwangi mencatat hanya 10 persen lahan tanaman cabai yang rusak. Data dari Dinas Pertanian dan Pangan Banyuwangi mencatat dari 1.060 hektar di Banyuwangi, hanya 10 persen saja terserang cacar kategori berat.

“Untuk tanaman cabai rawit sendiri total ada 981 hektaran. Hanya sebesar 10 persen saja lahan yang terserang cacar,” kata Ilham Juanda, Kabid Holtikultura dan Perkebunan Dinas Pertanian dan Pangan Banyuwangi saat dikonfirmasi, Jumat (8/1/2021).

Menurut Ilham, penyakit cacar ini disebabkan fungi atau jamur. Ada dua jenis jamur pathogen yang menyebabkan penyakit cacar, yakni jamur colletotricum capsici dan gleosporium sp. Kedua jenis jamur ini akan tumbuh subur saat tingkat kelembaban tanah naik.

“Saat hujan turun maka kelembaban tanah akan naik. Iklim ini cocok untuk pertumbuhan fungi yang menyebabkan penyakit cacar pada tanaman cabai,” katanya.

Jika tanaman cabai sudah terserang cacar, maka produksi tanaman akan menurun drastis. Bahkan, beberapa petani mengaku tingkat kerusakan tanamannya hingga 90 persen.

“Iya benar. Jika sudah terserang berat, bisa 50 persen ke atas kerusakannya,” sebut Ilham.

Penyakit cacar ini bukannya tidak bisa dicegah. Terdapat teknik budidaya khusus untuk mengantisipasi serangan penyakit cacar saat musim hujan. Di antaranya harus ada saluran drainase yang baik agar air hujan bisa mengalir dengan lancar.

“Biasanya, penyakit cacar ini menyerang karena pola tanam tidak siap. Misal, tidak diberi drainase yang baik. Tanah tidak diberi ‘guludan’ dan plastik mulsa yang berfungsi untuk menghalangi air hujan untuk langsung meresap ke dalam tanah,” ujarnya.

Selain itu, untuk mencegah serangan penyakit cacar lahan yang ditanami cabai harus diberi mikro organisme hayati yang menjadi musuh alami jamur.

“Jadi harus dilakukan penyemprotan fungisida sejak terbentuknya buah pertama atau sejak umur seminggu setelah tanam untuk mencegah serangan cacar pada batang, daun dan ranting,” imbuhnya.

Pantauan detikcom di sejumlah Pasar Tradisional Banyuwangi, harga bumbu pedas ini mencapai kisaran angka Rp 80 ribu/kg. Pedagang menjual harga mahal karena stok cabai rawit kurang di pasaran.

Sumber : news.detik.com

NEWS

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • 16 − six =