Blog

17 Februari 2021

Ini Alasan Mengapa Penting Sikat Gigi Pagi dan Malam

Foto : freepik.com/karlyukav

Kesibukan dan berujung pada rasa lelah, menjadi alasan mengapa orang jadi malas menyikat gigi. Alhasil, anjuran untuk menyikat gigi dua kali sehari, pagi dan malam gagal dilakukan.

Yup, nggak sedikit juga yang mengganti kebiasaan menyikat gigi dengan mengunyah permen atau menyemprotan cairan penyegar mulut.

Mulai sekarang, hindari kebiasaan itu dan ketahui alasan mengapa kamu harus menyikat gigi dua kali sehari, seperti dikutip laman Corner House Dental berikut ini:

1. Bakteri

Bakteri dapat menumpuk di mulut dalam waktu yang sangat singkat. Jika bakteri tertinggal di dalam mulut dan gigi dalam jangka waktu yang lama, berpotensi merusak enamel gigimu.

2. Produksi Saliva

Kamu mungkin nggak menyadarinya, tetapi saat tidur, mulut memproduksi banyak air liur. Nah air liur akan menambah lebih banyak pertahanan melawan bakteri dan penumpukan plak yang dapat menyebabkan gigi berlubang.

Oleh karena itu, menyikat di malam hari sebelum tidur membantu menghilangkan bakteri dan plak di mulut. Juga membantu menghilangkan kerusakan yang disebabkan oleh produksi air liur yang lebih sedikit. Sementara menyikat gigi di pagi hari akan menghilangkan napas pagi itu dengan menghilangkan asam dan bakteri yang menumpuk dalam semalam.

3. Penumpukan Karang Gigi

Jika kamu nggak sering menyikat gigi secara menyeluruh, zat yang dikenal sebagai karang gigi akan menumpuk di permukaan gigi dan sulit untuk dibersihkan.

Jika karang gigi nggak diangkat, lama kelamaan dapat menyebabkan gusi berdarah (penyakit gusi) atau penyakit periodontal yang dapat merusak kesehatan secara keseluruhan.

Jika kamu memiliki riwayat penumpukan karang gigi, cobalah pasta gigi pengontrol karang gigi dan gunakan obat kumur yang melawan karang gigi dan plak. Dokter gigi Anda dapat membuat rekomendasi.

Tingkatkan Kesehatan Keseluruhan

Jika kamu nggak menjaga kesehatan mulut, hati-hati karena berdampak terhadap kesehatan secara keseluruhan. Misalnya berpotensi terkena penyakit kardiovaskular (penyakit jantung), diabetes, osteoporosis, dan bayi lahir prematur atau berat lahir rendah.

Sumber : liputan6.com

GAYA HIDUP, Ibu dan Anak

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • 1 × five =