Blog

29 Juli 2020

Kedatangan Suku Jurhum

Ilustrasi Gurun Sahara. ©2014 Merdeka.com/Shutterstock/takepicsforfun

Kisah Nabi Ismail dan ibunya, Hajar yang tinggal di Makkah masih terus berjalan. Hingga datanglah sekelompok Suku Jurhum yang datang dari bukit Kadaa’. Dari bagian bawah Makkah, mereka melihat sekelompok burung yang berputar-putar di suatu wilayah. Mereka berharap, burung yang berputar-putar itu merupakan tanda adanya sumber air. Lalu mereka mengirimkan dua orang untuk mendatangi lokasi burung tersebut, dan benar ternyata burung-burung tersebut mengelilingi sumber air. Lalu dua orang dari suku Jurhum itu kembali dengan cepat untuk memberitahukan kelompoknya.

Setelah itu, mereka bersama-sama mendatangi sumber air tersebut. Saat itu, Hajar sedang duduk di dekat sumber air, lalu salah satu dari suku Jurhum berkata, “Apakah kamu mengizinkan kami untuk singgah bergabung denganmu di tempat ini?” Lalu Hajar menjawab, “Ya, boleh. Namun kalian tidak berhak memiliki air.” Kemudian mereka pun menyepakatinya.

Hajar pun senang dengan keberadaan keluarga Jurhum. Dirinya tidak merasa kesepian lagi, dan mereka pun tinggal bersama dengan rukun. Bahkan Ismail mulai belajar bahasa Arab dari keluarga Jurhum. Ismail pun tumbuh menjadi anak yang pintar dan berakhlak mulia seperti yang diajarkan ibunya. Hari demi hari berlalu, Ismail pun tumbuh menjadi seorang dewasa. Saat inilah ia akan bertemu dengan Ayahnya, Nabi Ibrahim. (5/6)

Baca juga kisah selanjutnya…

Mimpi Nabi Ibrahim dan Perintah Berkurban

Sumber : merdeka.com (dm)

GAYA HIDUP, Khazanah

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • eleven − 7 =