Blog

13 Mei 2022

Makanan ‘Sehat’ Ini Mungkin Saja Tidak Menyehatkan Seperti Klaimnya

foto : Shutterstock/baibaz

Tubuh manusia membutuhkan makanan sebagai sumber energi untuk bertahan hidup. Jika tidak mengonsumsi makanan dalam waktu yang lama maka tubuh menjadi lemah, tidak bertenaga dan mudah terserang penyakit. Namun jika tubuh diberi makanan yang tidak sehat maka hal yang sama akan berdampak pada tubuh.

Saat ini banyak produk makanan yang dijual di supermarket dengan menawarkan berbagai manfaat dan khasiat untuk menarik minat pembeli. Makanan yang memberikan banyak manfaat untuk tubuh biasanya akan cepat terjual. Sebab sebagian besar ingin mengonsumsi makanan sehat dengan praktis tanpa harus membuat atau memasaknya terlebih dahulu.

Namun apakah makanan yang berlabel ‘sehat’ ini memang benar-benar sesuai klaimnya? Atau itu hanyalah teknik marketing belaka? Perusahaan sering menggunakan kata-kata pada label produk dan dalam pemasaran mereka untuk menarik pelanggan yang mencoba membuat pilihan yang lebih sehat. Kata-kata seperti rendah lemak, vegetarian, bebas gula, dan rendah karbohidrat sering dipakai pada label makanan tertentu.

Kata-kata tersebut digunakan untuk menarik pelanggan agar membeli produk dengan klaim sehat yang telah disebutkan. Padahal terdapat bahan lain yang kurang menyehatkan bagi beberapa orang. Khususnya bagi orang yang memiliki kondisi tubuh tertentu yang mengharuskan untuk menjaga pola makan.

Dilansir dari Healthline, berikut ini adalah deretan makanan yang dijual di pasaran yang mungkin tidak mempunyai nutrisi baik seperti yang dipikirkan:

1. Granola Bar

Banyak orang telah menjadikan granola dan granola bar sebagai makanan “sehat” selama beberapa dekade. Meskipun beberapa granola dan granola batangan cukup bergizi, makanan ini banyak yang dikemas dengan tambahan gula dan kalori yang sangat tinggi. Untuk menghindari hal ini maka dapat memilih alternatif lain yaitu dengan membuat granola bar sendiri di rumah. Dengan hal ini maka dapat memantau bahan-bahan apa saja yang digunakan dan dapat menggunakan pemanis alami seperti buah kering.

2. Sport Drinks dan Minuman Berenergi

Perusahaan memasarkan minuman olahraga dan minuman energi sebagai cara untuk meningkatkan energi dan kinerja atletik, namun sebenarnya minuman ini tidak diperlukan bagi kebanyakan orang. Minuman ini dapat mengandung banyak bahan seperti gula tambahan, pewarna buatan, dan stimulan dalam jumlah besar, seperti kafein. Sementara beberapa atlet perlu mengisi kembali nutrisi yang hilang dengan minuman olahraga setelah latihan intens, kebanyakan orang yang melakukan olahraga ringan atau aktivitas normal sehari-hari tidak perlu menenggak minuman olahraga agar tetap terhidrasi.

3. Sereal

Banyak orang beranggapan bahwa sereal sarapan adalah cara cerdas untuk memulai hari. Faktanya, banyak sereal sarapan yang dibuat dengan biji-bijian olahan, kurang nutrisi seperti protein dan serat, dan bisa mengandung gula tambahan yang tinggi.

4. Camilan Gluten-Free 

Untuk orang dengan gangguan terkait gluten, maka perlu untuk menghindari gluten. Namun, meskipun makanan diberi label bebas gluten, belum tentu lebih sehat daripada makanan yang mengandung gluten. Beberapa makanan ringan dan manisan bebas gluten yang diproses mengandung kalori dan gula tambahan yang sama banyaknya. Selain itu, penelitian menunjukkan bahwa makanan ringan bebas gluten dan makanan bebas gluten lainnya cenderung lebih rendah protein, serat, dan vitamin dan mineral tertentu daripada rekan mereka yang mengandung gluten

5. Produk Rendah Lemak dan Bebas Lemak

Produsen makanan sering mengganti lemak dengan gula dalam produk rendah lemak dan bebas lemak untuk menebus rasa yang hilang. Terlebih lagi, produk bebas lemak mungkin kurang mengenyangkan daripada versi produk dengan lemak karena lemak adalah nutrisi makro yang mendukung perasaan kenyang dan membuat makanan lebih enak untuk dimakan.

 Meskipun produsen makanan banyak memasarkan makanan yang “sehat” namun jika melihat lebih teliti lagi banyak produk-produk tersebut yang masih menggunakan pemanis buatan atau gula tambahan yang justru tidak baik untuk tubuh. Oleh sebab itu penting untuk membaca kandungan gizi pada setiap produk makanan.

Sumber : merdeka.com

GAYA HIDUP, Kesehatan

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • five × two =