Blog

10 September 2020

Mengenalkan Gizi Seimbang pada Anak dengan Lagu

foto : freepik

Sahabat Raya, Asupan gizi seimbang merupakan sebuah hal yang harus dibiasakan pada anak. Walau menerapkan gizi seimbang mudah diterapkan pada orang dewasa, namun hal ini sulit dilakukan pada anak.

Menurut ahli gizi Prof. Dr Ir. Sri Anna Marliyati, MSi, perlu cara khusus untuk menyampaikan pemahaman tentang gizi seimbang kepada anak agar anak dapat menangkap informasi dengan baik.

“Media informasi seperti flip chart yang dikembangkan dengan contoh-contoh permainannya dengan tokoh atau karakter yang menarik ini sangat membantu dalam memberikan edukasi gizi seimbang,” ujar Anna beberapa waktu lalu.

“Kemudian Sekarang ini diluncurkan lagu Isi Piringku, ini akan lebih meningkatkan lagi, nanti anak-anak akan mudah mengingat tentang gizi seimbang,” sambungnya.

Lagu Isi Piringku adalah lagu yang dibuat khusus untuk anak-anak agar mengingat pentingnya gizi seimbang. Lagu ini disajikan dengan lirik yang sederhana terkait pemenuhan gizi mulai dari karbohidrat, protein, air mineral, susu, sayur dan buah hingga panduan mencuci tangan. Lagu disajikan dengan animasi anak-anak yang bernyanyi sambil menari bersama.

“Saya melihat lagu Isi Piringku ini sudah padat kata-katanya, adapun yang disingkat di situ memang tujuannya untuk disesuaikan dengan musiknya, syairnya dan sebagainya. Ini sudah sangat baik memberikan edukasi kepada anak, sehingga mereka mengetahui kalau makan harus ada buah, sayur, nasi atau sumber karbohidrat lainnya, lauk pauk, minum yang cukup, dan cuci tangan,” jelasnya.

Ia menambahkan, lagu isi piringku ini juga sangat menarik karena dalam videonya ada gerakan yang bisa membuat anak bergerak, menari sambil berolahraga.

Simak videonya berikut :

4 Pilar Gizi Seimbang

Supaya mudah mengingat gizi seimbang, Anna menjelaskan 4 pilar gizi seimbang. Keempat pilar tersebut salah satunya adalah mengonsumsi pangan yang beraneka ragam.

“Jadi kalau sayur, jangan hanya bayam saja tapi bervariasi, kemudian juga ada sumber karbohidrat, protein, lauk pauk dan sebagainya,” terangnya.

Pilar kedua adalah membiasakan perilaku hidup bersih. Mulai dari mencuci tangan dengan sabun dan menjaga lingkungan rumah tetap bersih.

“Pilar ketiga, melakukan aktivitas fisik. Jadi harus ada olahraga, meskipun untuk anak-anak, harus ada aktivitas fisiknya. Entah itu diajak oleh orangtuanya di akhir pekan atau aktivitas di rumah,” jelasnya.

Pilar keempat adalah memantau untuk mempertahankan berat badan normal. Pada anak-anak ini harus didorong orangtuanya untuk rajin ke posyandu, kata Anna.

“Menimbang sebulan sekali untuk memantau berat badan,” tandasnya.

Simak video berikut :

Sumber : liputan6.com

GAYA HIDUP, Ibu dan Anak

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • fifteen + 5 =