Blog

6 Oktober 2020

Menyusui Bisa Jadi Cara Meningkatkan Hormon Kebahagiaan pada Ibu

foto : alodokter.com

Oksitosin merupakan salah satu hormon paling penting bagi ibu dan bayi mereka. Penelitian dari Universitas Kyoto dan Universitas Azabu di Jepang mengungkap bahwa tingkat oksitosin berhubungan dengan senstivitas ibu terhadap kebahagiaan dan kemarahan.

Dilansir dari Medical Xpress, hasil temuan ini telah dipublikasikan pada Biology Letters. Hasil temuan ini memberi cara pandang baru pada efek perilaku pada saat megasuh yang berhubungan dengan respons seorang ibu terhadap bayi.

Oksitosin memiliki peran yang sangat penting pada saat kelahiran bayi serta pada masa-masa mengandung. Hormon ini berhubungan dengan kontraksi pada saat kehamilan dan membuat seorang ibu mampu menyusui.

Efek yang muncul ini tidak hanya terjadi secara fisik semata. Tingkat oksitosin yang lebih tinggi memperkuat hubungan antara ibu dan anak.

Keberadaan oksitosin ini bahkan memiliki efek terhadap bagaimana berurusan dengan orang lain dengan cara meredam emosi negatif seperti stres dan kecemasan. Hal ini juga meninggatkan pengenalan terhadap ekspresi wajah positif sambil menurunkan pengenalan kita terhadap emosi negatif.

Dampak dari Oksitosin

Walau begitu, pengetahuan terkait efek perilaku dari oksitosin ini berasal dari penelitian yang menggunakan oksitosin tambahan. Masih belum diketahui dampak dari tingkat produksi oksitosin ini secara alami.

Dibanding mempelajari dampak pada seseorang yang memperoleh oksitosin, tim peneliti mencoba melihat bagaimana produksi oksitosin alami ini mempengaruhi perilaku. Untuk menemukan hal ini, peneliti mempelajari bagaimana ibu bertinda sebelum dan sesudah menyusui ketika terdapat perbedaan tingkat oksitosin.

Hasil penelitian menemukan bahwa terdapat jumlah yang cukup pada variasi oksitosin antara ibu. Variasi ini berhubungan dengan respons mereka terhadap wajah yang menunjukkan ekspresi positif atau negatif. Diketahui bahwa ibu dengan oksitosin lebih banyak mampu lebih baik mengenali ekspresi positif.

“Tujuan kami adalah untuk memahami perubahan perseptual dan psikologis yang muncul pada ibu. Hasil temuan mengungkap bahwa tingkat oksitosin alami bisa menjadi faktor yang sangat penting,” jelas Masako Myowa dari Universitas Kyoto.

Sumber : merdeka.com

GAYA HIDUP, Ibu dan Anak

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • twelve − 11 =