Blog

26 Agustus 2020

Pariwisata Banyuwangi Bangkit Saat Pandemi Covid-19, Azwar Anas Minta Maaf

foto : WISATA (tempo.co)

BANYUWANGI – Kegiatan pariwisata di Kabupaten Banyuwangi mulai bangkit. Ini terlihat dari meningkatnya okupansi hotel dan banyaknya wisatawan yang datang ke berbagai destinasi wisata di daerah paling timur di Pulau Jawa ini.

Peningkatan aktivitas pariwisata di Banyuwangi kian terlihat selama libur panjang Tahun Baru Islam 1442 Hijriyah yang disusul dengan cuti bersama dan libur akhir pekan pada Kamis sampai Minggu, 20 – 23 Agustus 2020. Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia atau PHRI Banyuwangi, Jawa Timur, mencatat selama libur panjang ini, rata-rata hunian kamar hotel di daerah itu mencapai 90 persen, bahkan hingga 100 persen.

“Kenaikannya begitu signifikan dibandingkan rata-rata okupansi selama Juli 2020 yang hanya sekitar 45 persen,” kata Ketua PHRI Banyuwangi, Zaenal Muttaqin pada Sabtu, 22 Agustus 2020. Menurut dia, tingginya jumlah kunjungan wisatawan ke Banyuwangi berangkat dari kepercayaan masyarakat akan kondisi daerah yang aman dan tetap menerapkan protokol kesehatan dengan ketat.

Di Banyuwangi, Zaenal melanjutkan, sudah menerapkan pariwisata dengan konsep adaptasi kebiasaan baru, ada sertifikasi new normal di destinasi wisata, hotel, hingga tempat kuliner. “Ini yang membuat Banyuwangi diserbu wisatawan, terutama di masa libur panjang,” katanya. “Hotel berbintang sampai homestay diserbu wisatawan.”

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyuwangi, Muhammad Yanuarto Bramuda mengatakan, sejumlah destinasi wisata yang sudah banyak pengunjung antara lain Pantai Pulau Merah, Pantai Cacalan, Pantai Boom, dan Bangsring Underwater. “Kondisi ini cukup menggembirakan bagi program ‘Rebound Banyuwangi’,” ujarnya.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menjelaskan program ‘Rebound Banyuwangi’ adalah upaya memulihkan ekonomi lokal dari dampak pandemi Covid-19 melalui sektor UMKM, pertanian dan pariwisata, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. “Program ini betujuan membuka kembali lapangan kerja bagi masyarakat,” ujar Azwar Anas.

Dia juga memohon maaf jika wisatawan merasa tidak nyaman selama masa penerapan adaptasi kebiasaan baru ini. Musababnya, menurut Azwar Anas, pengunjung harus menerapkan protokol kesehatan dan mungkin saja batal masuk ke destinasi wisata atau penginapan karena kebijakan pembatasan jumlah pengunjung.

Adapun protokol kesehatan yang wajib dipatuhi antara lain memakai masker, menjaga jarak satu sama lain, dan menjalani pemeriksaan kesehatan seperti pengecekan suhu tubuh. “Kami mohon maaf apabila ada wisatawan yang kurang nyaman di era adaptasi kebiasaan baru. Ini demi kebaikan bersama,” kata Azwar Anas

sumber: tempo.co (do/ry)

NEWS

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • five − five =