Blog

23 Juni 2020

Pemkab Banyuwangi Uji Coba 33 Varietas Melon

2020 06 23 – 01. MELON (jatim.antaranews.com)

Pemerintah Kabupaten Banyuwangi melakukan uji coba 8 varietas melon eksklusif kelas premium dan 25 varietas melon lokal dalam negeri di Agrowisata Tamansuruh Kecamatan Glagah. Varietas tersebut coba ditanam di ketinggian 400 Mdpl bekerjasama dengan petani dengan harapan bisa dikembangkan di kawasan lain.

Kepala Bidang (Kabid) Ketahanan Pangan, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Banyuwangi, Ilham Juanda mengatakan, setiap tahun di Banyuwangi selalu rutin menggelar pameran agro expo dengan menampilkan hasil teknologi pertanian dari para petani yang sudah sukses menanam jenis tanaman tertentu.

Meski tahun ini terdampak Corona (Covid-19), kerjasama dengan petani tetap berlangsung untuk uji coba berbagai jenis tanaman.

“Mulai awal penyelenggaraan agro expo kami sudah melibatkan petani petani yang sudah maju untuk
melakukan demplot teknologinya di agro expo. Tahun ini melon yang jadi salah satu unggulan yang dimunculkan,” kata Ilham saat dihubungi, Senin (22/6).

Ilham menjelaskan, dari 33 varietas melon yang diuji coba, terdapat 8 varietas eksklusif beberapa di antaranya berasal dari Jepang dan Korea. Sementara 25 jenis lainnya merupakan benih melon hibrida di kelas pasar umum yang sudah sukses dikembangkan petani di kawasan Kecamatan Muncar dan Srono.

“Tujuannya, pertama kita mengetahui bahwa varietas apa saja yang cocok di ketinggian 400 Mdpl di agrowisata, harapannya bisa dikembangkan di lokasi lain di ketinggian yang sama. Sebelumnya sudah berkembang cuma di dataran rendah seperti di Muncar, Srono itu kan berkembang dengan baik. Sehingga daerah tersebut menjadi sentra penghasil melon dan semangka,” kata Ilham.

Kerjasama dengan petani yang sudah sukses menanam jenis tanaman tertentu diharapakan bisa menginspirasi petani petani lain saat berkunjung di agrowisata.

“Di situ petaninya bisa jadi tertarik, bahwa dengan budidaya ini analisa usaha taninya seperti ini, yang cocok seperti ini, menjadi salah satu pilihan yang secara ekonomis bisa menguntungkan bagi petani melon,” terangnya.

Tidak hanya berwisata, pengunjung yang penasaran dengan teknik budidaya melon bisa langsung berdialog bersama petani yang menanam varietas eksklusif di agrowisata.

Agrowisata Tamansuruh sendiri berdiri di atas lahan 10,5 hektar di kaki Gunung Ijen dengan konsep agro-tourism sekaligus tempat edukasi pertanian. Destinasi wisata tersebut sedang memasuki tahap verifikasi atau uji kesiapan layanan protokol kesehatan bagi wisatawan

sumber: jatim.antaranews.com (do/ry)

NEWS

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • 3 × three =