Blog

23 Desember 2020

Pengambilan Rapor Siswa SD di Banyuwangi dengan Sistem Drive Thru

Pengambilan rapor Siswa SD di Banyuwangi/Foto: Ardian Fanani

Pembagian rapor di sebuah Sekolah Dasar (SD) di Banyuwangi ini terbilang unik. Pembagian rapor dilakukan dengan sistem drive thru.

Sehingga wali murid tidak perlu turun dari sepeda motor untuk mengambil rapor anaknya. Sistem drive thru ini dilakukan untuk mencegah adanya interaksi dan kerumunan dalam rangka mencegah penyebaran virus saat pandemi COVID-19.

Hal ini dilakukan di SDN I Lateng Banyuwangi. Para wali murid tak perlu mengantri dan berkumpul. Satu per satu datang dan mengambil rapor tak perlu turun dari sepeda motor. Sebelumnya, mereka juga dicek suhu tubuh.

Kepala Sekolah SDN I Lateng Banyuwangi Lina Kamalin menyatakan, Banyuwangi saat ini kembali masuk dalam zona merah. Sehingga tidak mungkin melakukan pembagian rapor dengan mengundang wali murid. Karena hal itu bisa menimbulkan kerumunan dan berpotensi menyebarkan COVID-19.

“Saya berpikir kerumunan memang tidak boleh dilakukan di sekolah. Tapi layanan tetap harus jalan. Sehingga satu-satunya cara yang saya anggap bagus adalah layanan tetap jalan tetapi meminimalisir interaksi serta menghilangkan kerumunan,” jelasnya kepada wartawan, Selasa (22/12/2020).

Ide pembagian rapor drive thru ini terinspirasi dari proses pelayanan STNK. Sehingga wali murid bisa mengambil rapor anaknya dengan tetap mengendarai sepeda motor. Wali kelas masing-masing sudah menyiapkan rapor di halaman sekolah.

Untuk mempermudah, pihak sekolah juga menyiapkan petugas untuk mengarahkan wali murid yang akan mengambil rapor.

“Sehingga pelayanannya murni seperti pelayanan STNK, jadi naik motor menemui gurunya,” jelasnya.

Pembagian rapor juga dilakukan secara bertahap. Hari pertama, Senin 21 Desember 2020 untuk kelas I dan kelas II. Kemudian kelas III dan kelas IV dibagikan pada hari Selasa 22 Desember 2020 dan Hari Rabu 23 Desember untuk kelas V dan Kelas VI.

Awalnya, menurut Lina, ada beberapa wali murid yang merasa tidak enak karena tidak turun dari kendaraan saat menerima rapor dari guru. Namun hari kedua, wali murid sudah terbiasa mengambil tanpa turun dari kendaraan. Pihak sekolah memberikan penjelasan kepada seluruh wali murid bahwa ini cara yang paling aman untuk mencegah penyebaran COVID-19.

“Hari kedua sepertinya sudah biasa. Kita meyakinkan bahwa inilah satu-satunya cara yang bisa kita lakukan untuk mencegah penyebaran COVID-19,” pungkasnya.

Sumber : news.detik.com

NEWS

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • 5 × one =