Blog

2 Oktober 2020

Plus-Minus Tidur Sambil Menyalakan Kipas Angin

foto : freepik.com/somemeans

Kipas angin merupakan perlengkapan rumah tangga yang wajib dimiliki karena harganya lebih ekonomis dan memberikan kesejukan di dalam ruangan. Saat tidur sebagian orang menggunakannya agar tidak kepanasan.

Namun, ada yang beranggapan menggunakan kipas angin saat tidur berdampak buruk bagi kesehatan seperti keringat tidak bisa keluar sehingga mengendap di dalam tubuh dan membuat badan terasa sangat pegal.

Lantas, apakah aman menggunakan kipas angin saat tidur semalaman?

Dikutip dari Dawn Study, tidur menggunakan kipas angin semalaman memiliki plus dan minus. Manfaat yang bisa diambil yaitu kipas angin bisa membuat suhu ruangan menjadi lebih dingin sehingga tidak merasa kepanasan dan nyaman. Aliran angin yang dihembuskan secara beraturan juga tidak mengganggu istirahat karena suara yang dihasilkan menimbulkan “white noise” yang membuat tidur menjadi lebih nyenyak.

Menurut Sleep Advisor, tidur menggunakan kipas angin membuat kasur yang digunakan lebih adem dan nyaman. Sirkulasi udara yang baik juga membuat udara di dalam ruangan bergerak dan tidak sesak.

Namun, tidur menggunakan kipas angin semalaman memberikan dampak negatif bagi tubuh. Berikut dampak negatif tidur menggunakan kipas angin:

1. Risiko terkena serangan asma

Ketika penggunaan kipas angin dibarengi dengan membuka jendela ruangan, bukannya menambah dingin tetapi debu masuk kemudian terkumpul dan terhambur oleh putaran baling-baling kipas. Arah hamburan debu-debu tersebut tentu menuju badan yang ada di hadapannya sehingga membahayakan jika memiliki asma dan alergi.

2. Kulit menjadi kering

Angin yang dihasilkan dari kipas angin membuat kulit menjadi kering. Jika tidur dalam kondisi mulut terbuka, kipas angin akan membuat mulut yang seharusnya lembab menjadi kering sehingga mulut memiliki bau tak sedap.

3. Nyeri otot

Angin yang berhembus terus-menerus menyebabkan otot-otot tubuh menjadi tegang dan kram. Risiko ini akan meningkat jika arah angin difokuskan ke area leher dan wajah. Pada kondisi ini membuat tubuh tidak segar dan lemas saat bangun tidur.

Jadi bagaimana Sahabat Raya, apakah masih mau tidur menggunakan kipas angin?

Sumber : health.detik.com

GAYA HIDUP, Kesehatan

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • 20 − twelve =