Blog

29 Juni 2020

Polresta Banyuwangi Tunjau Kampung Tangguh Semeru di Desa Kalirejo, Kecamatan Kabat

illustrasi/2020 06 29 – 01. KALIREJO (id.wikipedia.com)

BANYUWANGI – Kampung Tangguh Semeru yang terletak di Desa Kalirejo, Kecamatan Kabat dikunjungi tim penilai dari Polresta Banyuwangi. Rombongan tim melihat secara langsung dan menilai terkait kesiapan serta perkembangannya, Sabtu (27/6/2020).

Adapun aspek yang menjadi penilaian yakni meliputi sejumlah bidang yang terdapat di dalamnya. Diantaranya, bidang SDM, bidang kesehatan, bagian informasi, bidang keamanan dan ketertiban, bidang budaya, bidang psikologi serta bidang logistik.

Dikatakan oleh Kapolresta Banyuwangi, bahwa untuk memperkuat kampung tangguh ini hendaknya dilakukan sebuah koordinasi yang baik. Baik itu dengan stakeholder terkait maupun elemen masyarakat lainnya.

“Ada 34 kampung tangguh, 10 pondok pesantren tangguh dan 8 wisata tangguh diperlukan koordinasi yang baik utuk memperkuat keberadaannya. Agar antisipasi dan tujuan besarnya terbentuk sempurna,” kata Kombes Pol Arman Asmara Syarifuddin.

Sementara itu, selaku generator kampung tangguh setempat, Kepala Desa Kalirejo mengatakan bahwa sedikit demi sedikit kesadaran masyarakat mulai tumbuh. Mereka mulai menyadari pentingnya melakukan pencegahan di lingkungan sekitar.

“Pelan-pelan masyarakat mulai tersadar bahwa pencegahan paling efektif adalah dari prilaku sendiri. Dan lama-lama mereka jadi terbiasa dengan memakai masker kemanapun,” kata Eva Tristian Elti.

Dikatakan Eva, keberadaan kampung tangguh di Desa Kalirejo ini adalah hasil dari kebersamaan dan gotong royong dari masyarakat. Dengan kesederhanaan, masyarakat membentuk kesadaran diri dan saling menyadarkan satu sama lain.

“Ya awalnya butuh dipaksa untuk bisa terbiasa. Sekarang sudah terbiasa lama-lama bermasker ini bisa jadi budaya. Pola hidup baru di era baru,” katanya.

Menurut Eva, hampir di setiap rumah warga di Desa Kalirejo dapat dijumpai tempat cuci tangan. Hal itu menang sengaja disediakan warga apabila ada tamu atau seseorang yang lewat dan ingin mencuci tangan.

“Warga di sini sudah banyak yang sediakan fasilitas cuci tangan di depan rumahnya. Jadi siapapun nggak perlu repot-repot cari air bersih kalau mau cuci tangan,” katanya.

Untuk membuat kebiasaan hidup sehat ini sebagai budaya, pihak desa bekerjasama dengan Babinkantibmas dan Babinsa sesekali mengadakan razia masker. Dalam razia ini aturannya mudah. Hanya yang bermasker saja yang diizinkan untuk lewat.

Sesekali juga diberhentikan bagi mereka yang melanggarnya. Masyarakat yang melanggar akan diberikan edukasi terkait bahaya penularan dan bagaimana cara mencegahnya.

Untuk diketahui, Desa Kalirejo merupakan salah satu daerah yang memiliki Kampung Tangguh Semeru di Banyuwangi. Dengan kesederhanaan kehidupan masyarakatnya, pihak pemerintah desa berupaya membiasakan pola hidup sehat dengan penerapan protokol Covid-19 di era kebiasaan baru ini.

sumber: timesindonesia.com (do/ry)

NEWS

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • twenty − nine =