Blog

21 Mei 2022

PT KAI Daop 8 Surabaya Minta Pelanggan Kereta Api Tetap Gunakan Masker, Ini Alasannya

foto : merdeka.com

PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi 8 Surabaya, Jawa Timur, tetap meminta pelanggan kereta api (KA) jarak jauh untuk menggunakan masker selama perjalanan dan saat berada di stasiun.

Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Luqman Arif menjelaskan bahwa masker yang diwajibkan untuk pelanggan KA yakni masker kain tiga lapis atau masker medis yang menutup hidung, mulut dan dagu.

“Pelanggan juga harus mengganti masker secara berkala setiap empat jam dan membuang limbah masker di tempat yang disediakan,” ujar Luqman di Surabaya, Kamis (19/5/2022).

Syarat Naik KA

Sementara itu, pelanggan KA jarak jauh yang telah mendapatkan vaksinasi dosis kedua atau dosis ketiga sudah tidak diwajibkan menunjukkan hasil negatif tes RT-PCR.

Luqman mengungkapkan, kebijakan itu berlaku mulai keberangkatan 18 Mei 2022 dan menyesuaikan dengan terbitnya SE Kementerian Perhubungan Nomor 57 Tahun 2022 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang Dalam Negeri dengan Transportasi Perkeretaapian pada Masa Pandemi Covid-19.

KAI telah mengintegrasikan sistem tiket kereta api dengan aplikasi PeduliLindungi untuk memvalidasi data vaksinasi dan hasil tes Covid-19 pelanggan. Integrasi ini bertujuan untuk memperlancar proses pemeriksaan.

Dengan demikian, data bisa langsung diketahui petugas KAI saat pemesanan tiket melalui KAI Access, web KAI dan pada saat boarding.

“Kami mendukung seluruh kebijakan pemerintah untuk perjalanan kereta api di masa pandemi. Relaksasi protokol kesehatan tersebut diharapkan dapat menjadi titik balik kebangkitan moda transportasi kereta api dan turut berkontribusi untuk pemulihan ekonomi nasional,” ungkap Luqman, mengutip dari ANTARA.

Pelonggaran Aturan Pemakaian Masker

Sebelumnya, Presiden RI Joko Widodo mengumumkan pelonggaran kebijakan pemakaian masker di area terbuka dengan mempertimbangkan pandemi Covid-19 yang sudah terkendali.

“Memperhatikan kondisi saat ini, penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia makin terkendali, pemerintah memutuskan melonggarkan kebijakan pemakaian masker,” ujar Presiden Jokowi di Istana Kepresidenan Bogor, mengutip dari akun YouTube Sekretariat Presiden.

Namun, pelonggaran aturan pemakaian masker hanya berlaku di luar ruangan. Sementara di ruang tertutup atau transportasi massal, masyarakat diimbau untuk tetap menggunakan masker.

“Jika masyarakat sedang beraktivitas di luar ruangan atau di area terbuka yang tidak padat orang, boleh tidak menggunakan masker. Namun, untuk kegiatan di ruangan tertutup dan transportasi publik, tetap harus menggunakan masker,” tegas Presiden.

Sumber : merdeka.com

NEWS

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.