Blog

20 Februari 2021

Ribuan Sekolah di Banyuwangi Mulai Belajar Tatap Muka Terbatas

sekolah tatap muka (Foto: Ardian Fanani/detikcom)

Dinas Pendidikan (Dispendik) Banyuwangi menyebut sebanyak 1.150 sekolah di bawah naungannya telah menggelar belajar tatap muka di masa pandemi. Meski demikian, PTM tidak dilakukan secara penuh. Hanya 30 persen kapasitas kelas yang diperbolehkan. Adapun pelajar lainnya tetap melakukan pembelajaran jarak jauh.

Plt Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi, Suratno mengatakan, sampai tahap ketiga ini total 74 persen SD di Banyuwangi telah menggelar pembelajaran tatap muka. Sedangkan pada tingkat SMP, terdapat 83 persen.

Suratno merinci, pada tahap satu terdapat 78 SD dan 43 SMP yang menggelar belajar tatap muka, pada tahap dua terdapat tambahan 210 SD dan 59 SMP baru yang siap menjalankan pembelajaran di sekolah, sedangkan tahap ketiga ada 696 SD dan 64 SMP.

“Sampai saat ini total ada 984 SD menggelar pembelajaran tatap muka, sementara untuk SMP ada 166 sekolah,” ungkap Suratno kepada wartawan, Jumat (19/2/2021).

Dia menjelaskan, sekolah yang telah menggelar belajar tatap muka ini telah memenuhi syarat, salah satunya lolos visitasi dari tim Satgas COVID-19. Setelah melakukan evaluasi, Suratno menyebut sejauh ini tidak ada satu kasus yang menyebabkan cluster baru penyebaran COVID-19 karena adanya kegiatan belajar tatap muka di sekolah.

Dia menilai para siswa senang bisa sekolah tatap muka secara langsung walaupun terbatas.

“Mereka juga senang karena bisa bertemu dengan teman-teman dan gurunya secara langsung, tentu dengan protokol kesehatan yang ketat,” kata Suratno.

Suratno menyatakan, belajar tatap muka ini tidaklah wajib. Terutama apabila para siswa masih belum riizinkan oleh orang tuanya mengikuti pembelajaran di sekolah. Jika orang tua masih belum mengizinkan belajar tatap muka, maka siswa tersebut tetap akan dilayani belajar online atau Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

“Seluruh anak yang melakukan pembelajaran di sekolah harus mendapatkan izin dari orang tua masing-masing,” jelasnya.

Dia berharap ke depan tingkat penularan COVID-19 di Banyuwangi semakin rendah sehingga kegiatan belajar tatap muka di sekolah semakin bertambah.

“Saya berharap ke depan semua sekolah dibawah naungan Pemkab bisa pembelajaran tatap muka walaupun masih 30 persen dari kapasitas kelas,” harapnya.

Sumber : detik.com

NEWS

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • four × 4 =