Blog

31 Maret 2021

Rumah Bambu Kampoeng Batara, Amfiteater Kreativitas Anak Rimba Banyuwangi

Rumah Bambu Kampoeng Batara/Foto: Ardian Fanani/detikcom

Anak-anak rimba hutan kaki Gunung Raung, Kecamatan Kalipuro kini memiliki rumah bambu sebagai wadah kreativitas. Rumah Bambu Kampoeng Batara tersebut menjadi amfiteater yang seluruh bahannya terbuat dari bambu.

Rumah bambu berukuran 10×20 meter tersebut didesain terbuka, sehingga terasa sejuk meski cuaca panas. Rumah bambu yang terletak di ketinggian kawasan hutan itu menjadi tempat anak-anak belajar, bermain, beraktivitas, berlatih seni dan lainnya.

“Saya sudah berkali-kali datang ke sini. Saya sangat senang dan mengapresiasi apa yang dilakukan oleh warga di sini,” kata Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, saat meresmikan Rumah Bambu Kampoeng Batara, Selasa (30/3/2021).

Kampoeng Batara atau Kampung Baca Taman Rimba terletak di tepi hutan, Lingkungan Papring, Kelurahan Kalipuro, Kecamatan Kalipuro, Kabupaten Banyuwangi.

Rumah bambu ini selaras dengan potensi Kelurahan Papring yang dikenal dengan potensi bambunya. Papring dikenal sebagai panggone pering (tempatnya bambu). Di kampung ini banyak masyarakat yang memproduksi besek (wadah bambu).

Kampung ini terletak sekitar 15 kilometer dari kota Banyuwangi, dan berada di ketinggian 1.000 meter dari permukaan laut.

Kampoeng Batara merupakan tempat berkumpulnya anak-anak di tepi hutan kaki Gunung Raung. Untuk menuangkan kreativitas, yang biasa dikenal sebagai anak-anak rimba itu.

Disebut anak rimba, karena tiap musim tanam mereka akan berjaga di hutan agar tanaman mereka tidak dirusak babi hutan.

Mayoritas penduduk di kampung ini merupakan petani dengan memanfaatkan sistem pertanian tumpang sari di hutan. Anak-anak rimba ini telah terbiasa keluar masuk hutan untuk menjaga tanaman mereka.

Sumber : detik.com

NEWS

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • 1 × one =