Blog

24 November 2020

Sampaikan Nota RAPBD 2021, Bupati Anas Ajak Kuatkan Langkah Hadapi Pandemi

Foto: Istimewa

Setelah Kebijakan Umum Anggaran serta Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) disepakati bersama oleh eksekutif dan legislatif, Bupati Abdullah Azwar Anas menyampaikan nota pengantar Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (R-APBD) 2021.

Penyampaian nota pengantar R-APBD 2021 tersebut disampaikan Bupati Anas melalui rapat paripurna yang dipimpin Ketua DPRD Banyuwangi I Made Cahyana Negara. Anas hadir dalam forum rapat paripurna virtual tersebut melalui sambungan video conference dari pendapa Sabha Swagata Blambangan, Senin (23/11/2020).

Anas mengatakan di akhir masa jabatannya dia mengajak masyarakat untuk tetap menguatkan langkah, melakukan akselerasi seiring meningkatnya harapan masyarakat, serta berdoa bersama agar pandemi COVID-19 segera berakhir.

“Sehingga kita dapat bersama-sama bangkit untuk melakukan pemulihan ekonomi kembali,” ajaknya.

Anas menuturkan menyongsong tahun 2021, Pemkab Banyuwangi akan berfokus pada upaya pemulihan ekonomi serta penyusunan kebijakan pemerintahan dan pembangunan daerah dengan memanfaatkan berbagai sumber daya yang tersedia secara optimal, efisien, efektif dan akuntabel.

“Tujuan akhirnya untuk meningkatkan kualitas hidup manusia dan masyarakat secara berkelanjutan,” kata dia.

Lebih jauh dikatakan, pemkab menetapkan tema pembangunan tahun 2021 “Mempercepat Pemulihan Ekonomi dan Sosial Melalui Kebangkitan Pertanian, Pariwisata Dan Penguatan SDM”. Tema ini lantas diterjemahkan dalam tujuh prioritas pembangunan daerah.

Prioritas pertama adalah stabilisasi perekonomian usaha menengah ke bawah yang terdampak COVID-19. Kedua memangkas rantai perijinan investasi yang rumit. Ketiga revitalisasi dan peningkatan nilai tambah sektor manufaktur. Sedangkan prioritas keempat menggairahkan kembali pariwisata prioritas.

Selanjutnya, group of enterprise dengan nilai tambah tinggi di sektor pertanian dan perikanan menjadi prioritas kelima. Sedangkan prioritas keenam dan ketujuh yakni melanjutkan pembangunan infrastruktur yang berhimpitan dengan prioritas nasional dan provinsi, serta pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Di sisi lain, imbuh Anas, meskipun urusan terkait pendidikan dan kesehatan tidak disebutkan secara langsung dalam tema pembangunan tahun 2021, isu pada kedua urusan tersebut tetap menjadi prioritas daerah karena sudah masuk pada prioritas yang wajib dengan sendirinya.

“Terutama pada masa pandemi COVID-19 sekarang ini dan juga untuk tetap memperhitungkan penyediaan Jaring Pengaman Sosial/social safety net,” ujarnya.

Sementara itu, Anas menuturkan bahwa proyeksi indikator makro pemkab harus betul-betul dikalkulasi dengan cermat. Dia mengatakan, titik rendah pertumbuhan ekonomi Banyuwangi tahun diproyeksikan sebesar 4,3 persen, dan titik moderat pertumbuhan ekonomi 5,4 persen.

Anas lantas membeber proyeksi pendapatan, belanja, dan pembiayaan daerah tahun depan. Pendapatan daerah pada tahun anggaran 2021 direncanakan sebesar Rp 2,786 triliun. Pendapatan daerah tersebut bersumberdari pendapatan asli daerah (PAD) yang direncanakan sebesar Rp 562,741 miliar, pendapatan transfer direncanakan sebesar Rp 2,089 triliun, serta lain-lain pendapatan daerah yang sah sebesar Rp 133,969 miliar.

Sumber : news.detik.com

NEWS

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • 6 + one =