Blog

6 Januari 2021

Sering Dikonsumsi Orang Dewasa, Bolehkah Anak-Anak Minum Kopi?

Shutterstock/M. Rinandar Tyas Ilustrasi kopi tubruk.

Minum kopi memang bisa membantu meningkatkan kewaspadaan dan mengusir rasa kantuk karena kandungan kafein di dalamnya.

Kafein memang stimulan alami yang membuat kita merasa lebih berenergi. Kafein dalam kopi juga membantu meningkatkan memori, suasana hati, dan fungsi mental.

Itu sebabnya, banyak orang dewasa menjadikan minuman berkafein ini sebagai asupan harian.

 

Namun, bisakah kopi dikonsumsi oleh anak-anak?

Menurut ahli gizi dari Johns Hopkins University School of Medicine, Diane Vizthum, kafein pada kopi memiliki efek respons dosis.

Ukuran tubuh anak-anak yang relatif lebih kecil dari orang dewasa, tentu membuatnya lebih sensitif terhadap respon kafein. Tubuh anak-anak juga umumnya belum mampu mengolah kafein dengan baik.

Itu sebabnya, mereka mereka lebih rentan terhadap efek negatif kafein.

Terlalu banyak kafein dapat menyebabkan masalah seperti peningkatan kecemasan, peningkatan detak jantung dan tekanan darah, refluks asam, dan gangguan tidur.

“Terlalu banyak kafein berbahaya bagi anak-anak, dan dalam dosis yang sangat tinggi, bisa menjadi racun,” ucap Vizthum.

Riset 2014 yang diterbitkan dalam jurnal Pediatrics juga membuktikan, asupan kafein bisa menyebabkan perubahan pada tekanan darah dan jantung.

Konsumsi kafein dapat menyebabkan efek samping lain termasuk gelisah, gugup, sakit perut dan masalah tidur dan konsentrasi.

Gejala yang lebih parah dapat terjadi dengan asupan kafein yang lebih tinggi.

Anak yang mengkonsumsi terlalu banyak dapat mengalami mual, muntah, diare, kegelisahan yang ekstrim, wajah memerah, sering buang air kecil, detak jantung yang tinggi dan tidak teratur.
Overdosis kafein dapat menyebabkan kejang dan serangan jantung.

Umur berapa anak-anak diperbolehkan minum kopi?

American Academy of Pediatrics menyarankan agar anak-anak di bawah usia 12 tahun tidak boleh mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung kafein, termasuk kopi.

Untuk anak-anak yang berusia di atas 12 tahun, asupan kafein yang dianjurkan hanya 85hingga 100 miligram per hari.

Sebenarnya, kafein tak hanya ditemukan pada kopi. Ada banyak makanan dan minuman mengandung kafein yang kerap dikonsumsi anak.

 

Itu sebabnya, orangtua harus benar-benar menjaga apa yang dikonsumsi oleh sang buah hati untuk memastikan kesehatan mereka.

Jangan pernah memberikan makanan apa pun yang mengandung kafein pada balita.

Sedikit tegukan saja mungkin terlihat tidak berbahaya. Akan tetapi, dampaknyabisa terjadi dalam jangka panjang.

Orangtua juga harus proaktif mmeberi pemahaman anak-anak mereka tentang bahaya makanan dan minuman berkafein.

Sumber : kompas.com

GAYA HIDUP, Ibu dan Anak

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • five × four =