Blog

23 Juni 2022

Sering Tak Disadari, Ini Bahaya Polusi Suara bagi Kesehatan

 

Suara berisik yang berada di sekitar kita sering kali dianggap sebagai suatu hal yang biasa. Padahal, kondisi yang terjadi ini bisa tergolong sebagai suatu polusi suara.

Bukan hanya tergolong sebagai suatu gangguan, munculnya suara ini sebenarnya bisa berdampak lebih dari itu. Dilansir dari Prevention, penelitian membuktikan bahwa suara bising yang konstan dari lalu lintas atau hal lain di keseharian juga bisa berdampak pada kesehatan.

ebuah penelitian yang dilakukan pada 2019 di Paris mencoba melihat dampak dari suara bising keseharian ini terhadap seseorang. Diketahui bahwa hal ini membuat mereka yang tinggal di wilayah tersebut kehilangan tiga tahun waktu hidup yang sehat karena polusi suara yang terjadi.

Paparan suara bising secara kronis ini bisa menyebabkan berbagai masalah kesehatan yang tak bisa disepelekan. Hal ini bisa berujung penyakit jantung, diabetes, menurunnya kognitif, gangguan tidur, masalah pendengaran, serta tinnitus.

Dampak buruk dari polusi suara ini bisa muncul pada seseorang dalam cara yang berbeda. Hal ini bisa terjadi baik secara langsung maupun secara tak langsung.

Dampak Suara Bising

Dampak Langsung Polusi Suara

Terdapat dampak langsung pada saraf akustik dan juga pada sistem saraf secara keseluruhan. Bagian di dalam telinga bernama koklea mengganti getaran suara menjadi impuls elektrik yang pergi langsung ke otak. Suara bising yang konstan terutama yang lantang bisa memenuhi telinga dan menyebabkan masalah pada hubungan antar saraf yang berujung hilangnya pendengaran.

Dampak Tak Langsung Polusi Suara

Suara bising yang terjadi bisa memancing munculnya stres yang memiliki dampak tak langsung bagi tubuh dan pikiran. Stres bisa berujung pada produksi berlebih kortisol, hormon yang bisa menyebabkan masalah penyakit jantung dan sejumlah masalah kesehatan lain.

Cara Mengurangi Dampak dari Suara Bising

Suara memiliki peran penting berupa pantulan yang membuat seseorang sadar orientasinya. Hal ini membuat mereka sadar apakah ada orang lain di sekitar atau seberapa besar ruang tempatnya berada. Pada sebuah ruang yang tidak bisa memantulkan suara, seseorang bakal merasa pusing dan bisa terjatuh.

Suara di sekitar yang muncul secara alami bisa membantu masalah polusi suara ini. Suara ini bisa berupa suara angi sepoi-sepoi di antara pepohonan, rintik hujan, deburan air, atau nyanyian burung. Sejumlah suara ini diketahui bisa membantu menurunkan tingkat stres seseorang.

Jika kamu berada di tempat yang terlalu bising, penyumbat telinga atau headphone dengan noise cancelling bisa mengatasi masalah ini. Di rumah, penggunaan korden yang tebal juga bisa mengurangi polusi suara yang terlalu bising.

Sedangkan pada lingkungan yang terlalu senyap, kamu bisa memainkan suara-suara alam di dalam rumah. Hal ini bisa berdampak bagus bagi kesehatan mental.
Sumber : merdeka.com
GAYA HIDUP, Kesehatan

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

  • eight − five =