Blog

8 September 2020

Susah Jauh dari Ponsel? Berdasar Penelitian, Kamu Cenderung Obsesif Kompulsif

Ilustrasi kecanduan smartphone. © TechMalak

Smartphone pada saat ini sudah jadi sebuah hal yang sangat dibutuhkan oleh manusia. Tak heran jika banyak orang tidak dapat hidup jauh dari ponsel mereka.

Penelitian terbaru mengungkap bahwa ketidakmampuan seseorang jauh dari ponsel ini menununjukkan tendensi adanya masalah tertentu. Dilansir dari Medical Xpress, hal ini menjadi tanda adanya kecenderungan gangguan obsesif-kompulsif pada seseorang.

Rasa panik yang muncul ketika seseorang jauh dari smartphone bisa menjadi tanda adanya perasaan rendah diri dan kekurangan. Hal ini ditemukan berdasar sebuah penelitian di Portugal.

Berdasar penelitian tersebut, diketahui bahwa jenis kelamin tidak bisa menentukan apakah seseorang dapat merasa cemas atau takut tanpa ponsel mereka. Namun mereka yang mengalami perasaan tersebut cenderung lebih cemas dan obsesif-kompulsif pada kehidupan mereka dibanding dengan orang lain.

“Hal ini merupakan rasa takut, perasaan panik ketika meninggalkan ponsel di rumah,” terang Ana-Paula Correia dari The Ohio State University.

Penelitian ini merupakan lanjutan dari penelitian Correia sebelumnya yang mempelajari mengenai ketakutan ketika seseorang jauh dari smartphone. Pada penelitian terbaru ini, dilakukan penelitian mengenai gejala psikopatologikal pada parisipan seperti kecemasan, obsesif-kompulsif, serta rasa tidak cukup yang dialami.

Penelitian dilakukan terhadap 495 orang dewasa usia 18 hingga 24 tahun di Portugal. Para partisipan melapirkan bahwa mereka menggunakan ponsel antara empat hingga tujuh jam setiap hari yang utamanya untuk bermain media sosial.

Diketahui bahwa semakin lama partisipan menggunakan smartphone setiap hari, lebih besar rasa stres yang muncul tanpa ponsel mereka. Hal ini bisa terjadi terlepas dari gender partisipan.

Peneliti juga menemukan bahwa partisipan tersebut memiliki nilai obsesif-kompulsif yang tinggi ketika tanpa ponsel mereka. Hal ini diketahui melalui berbagai pertanyaan yang mengarah.

Terdapat perbedaan antara pennggunaan smartphone secara normal untuk berkomunikasi maupun bekerja dengan ketergantungan. Ketika ponsel jadi ketergantungan dan sudah mengganggu hidup seseorang, ketika jauh darinya, seseorang bakal merasakan kecemasan.

“Konsep ini sudah melebihi hanya sebatas telepon,” terang Correia.

“Seseorang menggunakannya untuk hal lain termasuk media sosial, berhubungan, mengetahui yang terjadi pada media sosial influencer. Jadi ketika jauh dari ponsel atau ketika baterai ponsel lemah bisa menyebabkan hubungan ini terganggu dan memunculkan perasaan terganggu pada seseorang,” tandasnya.

Sumber : merdeka.com

GAYA HIDUP, Kesehatan

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • two × 2 =