Blog

24 Desember 2020

Tongkang Terbalik di Selat Bali Ancam Terumbu Karang Bangsring Underwater

Tongkang yang terbalik akibat lambung bocor (Foto: Ardian Fanani)

Sebuah Kapal Tongkang Tan 11 terbalik di perairan Bangsring, Banyuwangi. 7.500 ton clinker (semen setengah jadi) yang dimuat ikut jatuh ke dasar laut.

Kecelakaan laut ini dikhawatirkan dapat merusak habitat terumbu karang di kawasan Bangsring Under Water.

“Kemarin kita sempat mengetahui adanya kebocoran itu. Awalnya kita kira kecelakaan biasa. Ternyata, ada tumpahan (bahan) semen,” kata Ikhwan Arief, Pembina kelompok nelayan Samudera Bakti

Tumpahan ribuan ton clinker ini, kata Ikhwan, tentu mengancam habitat terumbu karang yang tumbuh subur di kawasan destinasi wisata Bangsring Underwater.

“Kita bisa memaklumi, karena itu adalah kecelakaan. Tapi, kita berharap (kapal tersebut) agar segera dipindahkan. Termasuk material clinker yang juga ikut jatuh ke laut agar mengurangi dampak yang ditimbulkan,” ujarnya.

“Material clinker ini kan jatuh ke laut. Artinya, material tersebut bisa terbawa arus hingga ke kawasan Bangsring Underwater. Tentu ini bisa menimbulkan dampak terhadap habitat terumbu karang,” sebutnya.

Ikhwan bersama kelompok nelayan lainnya mengaku siap untuk turut serta membantu untuk mengantisipasi pencemaran laut akibat tumpahan material bahan baku semen dari kapal tongkang tersebut.

Bahkan, rencananya pada hari Kamis (24/12/2020) besok, pihaknya akan melakukan penyelaman di kawasan Bangsring Under Water untuk melihat dampak tumpahan material tersebut terhadap terumbu karang.

“Konservasi terumbu karang di Bangsring Underwater sekitar 15 hektar. Rencananya besok kita akan melakukan penyelaman untuk mengetahui kondisi terumbu karang paska karamnya kapal tongkang,” imbuhnya.

Sebuah kapal tongkang terbalik di pinggiran Pantai Bangsring, Dusun Parasputih, Desa Bangsring, Kecamatan Wongsorejo. Sedianya, kapal Tongkang Tan 11 itu, hendak mengirimkan clinker (bahan baku semen) di Pelabuhan Tanjungwangi.

7.500 Ton clinker yang dibawa kapal tersebut pun tak bisa diselamatkan. Kapal tersebut berada di sana sejak Jumat (18/12/2020) siang. Diduga, kapal tersebut terbalik setelah lambung kapal bocor.

Sumber : news.detik.com

NEWS

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • 14 + nineteen =