Blog

29 Juni 2020

Wagub Jatim: Da’i Milenial Dibutuhkan Menjaga Ketenteraman Hidup

illustrasi/WAGUB JATIM (liputan6.com)

JAWA TIMUR – Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mengemukakan kehadiran kalangan da’i milenial di era globalisasi saat ini sangat dibutuhkan mengingat perannya bisa menjaga ketentraman hidup berbangsa dan bernegara di Indonesia.

Pernyataan Wagub Jatim itu disampaikan sebagai pengantar dalam acara dialog bertajuk “Peran Da’i Milenial dalam Menjaga Pancasila dan Meminimalisasi Radikalisme” yang digelar secara daring oleh Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) bekerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan Pemprov Jawa Timur, pada Sabtu, 27 Juni 2020.

“Keberadaan kalangan ustad, kiai atau da’i milenial saat ini sangat dibutuhkan dengan semakin derasnya arus informasi, maka peran besar para da’i milenial itu menjadi sangat urgen guna menjaga ketentraman hidup di bawah naungan NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia),” kata Emil Dardak.

Secara khusus, Wagub Emil Dardak memberikan apresiasi atas terselenggaranya acara dialog via daring yang digagas FKPT Jatim tersebut, dilansir dari Antara.

“Acara ini sangat bermakna, apalagi digelar di bulan Juni yang bertepatan dengan kelahiran Pancasila. Pemprov Jatim akan terus mendukung acara-acara FKPT Jatim yang bernilai positif dalam mencegah tindak radikalisme dan kekerasan,” kata Wagub dalam keterangan tertulis yang disampaikan FKPT Jatim, Minggu, 28 Juni 2020.

Ketua Umum Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Timur, KH Marzuki Mustamar dalam sambutan pada dialog itu menegaskan bahwa da’i milenial harus memberi teladan terkait bagaimana menjadi muslim yang baik.

“Selain itu, da’i milenial juga dituntut memiliki kesadaran dan tanggung jawab menjaga keamanan, keutuhan, dan keharmonisan negara Indonesia,” kata KH Marzuki.

Ketua Pengurus Wilayah Muhammadiyah Jatim Saad Ibrahim pada kesempatan itu menyampaikan pesan bagi para da’i dalam menjaga Pancasila dan meminimalisasi tindak radikalisme.

“Hendaknya para da’i milenial bisa melakukan dakwah dengan menggunakan teknologi modern khususnya fasilitas medsos, mengingat sekarang eranya teknologi digital,” ujar Saad dalam pengantar singkatnya.

Ketua FKPT Jatim Hesti Armiwulan menyatakan bahwa meski dalam kondisi pandemi COVID-19, lembaganya tetap melaksanakan amanah yang diemban yaitu melakukan berbagai program sebagai upaya pencegahan radikalisme di Jatim.

“Semua personel FKPT Jatim tetap beraktivitas sesuai dengan tugas dan fungsinya, namun disesuaikan dengan kondisi pandemi COVID-19. Sejumlah aktivitas via daring telah dilakukan beberapa kali, termasuk dengan BNPT. Intinya kewaspadaan dalam menghadapi kemungkinan ancaman tindak kekerasan dan radikalisme tidak boleh kendor,” kata Hesti pada acara dialog da’i milenial tersebut.

Sementara itu, Kabid Agama, Sosial dan Budaya FKPT Jatim Muhammad Arifin selaku narasumber dalam dialog itu menyatakan peran da’i milineal sangat penting dalam menjaga Pancasila dan meminimalisasi paham radikal yang menjurus pada aksi-aksi terror, mengingat da’i memiliki tugas yang langsung berhadapan dengan masyarakat.

“Sebagai wujud dari pengamalan sila ketiga dalam Pancasila, yaitu Persatuan Indonesia, maka seorang da’i hendaknya dalam setiap ceramahnya bisa melahirkan persatuan, kesatuan, serta kepentingan dan keselamatan bangsa dan negara sebagai kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dan golongan,” katanya.

Secara khusus, Arifin menyoroti agama Islam hadir untuk mengajak umat manusia agar saling asih, mencintai, menyayangi, dan melarang saling berpecah belah.

“Para da’i diharapkan bisa berperan aktif ikut serta memutus rantai radikalisme. Terjadinya gerakan teroris itu melalui proses, berawal dari intoleran menjadi radikal dan berakhir menjadi teroris,” tambah Arifin.

Kabid Humas dan Media FKPT Jatim Yuristiarso Hidayat menambahkan pada Selasa (30/6) mendatang akan diadakan lagi diskusi via daring yang merupakan kerja bareng FKPT, BNPT, BNN, dan LDK PW Muhammadiyah Jatim dengan melibatkan komunitas da’i se-Jawa dan Bali.

“Acara ini terkait peringatan Hari Anti-Narkotika Internasional 2020 dengan tema ‘Peran Da’i dalam Mencegah Bahaya Narkoba dan Terorisme’. Acaranya nanti akan melibatkan sejumlah tokoh,” ungkapnya

sumber: lliputan6.com (do/ry)

NEWS

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • twenty + 1 =